Hadiah dari Langit ke Tujuh

Oleh: Adhyastha Virendra Javas Wiratama
Siswa MTsN 6 Kulon Progo

Di keheningan malam yang paling rahasia,
Saat bumi terlelap dalam pelukan semesta,
Buraq melesat melampaui batas logika,
Membawa cahaya di atas cahaya

Dari singgasana Al-Aqsa yang mulia,
Tangga langit terbuka menyambut Baginda,
Menembus lapis demi lapis cakrawala,
Hingga Jibril pun berhenti di depan batasnya

Di Sidratul Muntaha, hening menjadi saksi,
Tiada lagi kata, hanya pengabdian yang murni,
Tuhan memanggil kekasih-Nya menghadap diri,
Memberikan bingkisan yang abadi bagi kami

Bukan emas, bukan pula perhiasan dunia,
Bukan tahta yang fana dalam pandangan mata,
Melainkan lima waktu yang menghubungkan jiwa,
Sebuah dialog suci antara hamba dan Pencipta

Itulah hadiah dari langit ke tujuh,
Penyejuk hati di kala duka merubuh,
Tempat bersujud saat raga terasa rapuh,
Jalan pulang bagi jiwa yang rindu bersimpuh.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *