Ramadan yang Berarti

Rahmania Aulia Pramesti
Ramahan hampir tiba, tak terasa
Aku terpekur, menangis
Di bawah sajadah yang terhampar
Betapa rindu yang semakin mendera
Ketika Ramadan hampir tiba
Dapatkah aku menggapainya
Menemuimu, menjalankan dengan nikmat
Dengan asa yang ada di raga
Ketika Ramadan hampir tiba
Ingin rasanya lebih dekat dengan-Mu
Dengan segala kekurangan
Untuk menjemputmu dengan jiwa yang bersih
Kali ini.. Ramadan akan mengetuk kembali
Apakah kita akan menjadikannya berarti
Ataukah ia akan berlalu
Seperti Ramadan yang dulu lagi?



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!