Gema di Bawah Arsy

Arfan Anindito
Siswa MTsN 6 Kulon Progo
Seruan takbir kembali menyapa rungu,
Allahu Akbar, menggetarkan raga yang kian pilu.
Di atas sana, langit adalah samudea yang tenang,
Tempat ribuan bintang diam-diam memandang.
Aku berdiri di hamparan cahaya,
Di mana setiap kedipan terasa seperti teguran tanpa suara.
Mereka tetap setia pada garis edar yang suci,
Sedangkan hambamu ini langkahnya tertatih, tersesat oleh benci.
Dulu, Ramadan kulewati dengan janji-janji manis,
Namun kini, di ujung malam, hanya sisa ego yang menangis.
Bintang-bintang itu tampak begitu tinggi, tak terjangkau,
Sama seperti hatiku yang kini merasa jauh dan kacau.
Setiap takbir yang melambung ke angkasa,
Membawa beban sesal atas sujud yang tergesa,
Atas lisan yang tajam, atas waktu yang terbuang sia-sia,
Di hadapan langit yang luas, betapa kerdilnya aku sebagai manusia.
Wahai Sang Pemilik Alam semesta,
Malam ini, biarlah sesalku terbang bersama angin yang kian reda.
Jika esok fajar fitri menyapu sisa-sisa kegelapan,
Sudikah Engkau mengingat apa yang telah hilang



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!