Ketua Tim 1 Penais Zawa Kanwil Kemenag DIY Lakukan Monev di KUA Kokap

Kulon Progo (KUA Kokap) – Ketua Tim 1 Penaiszawa Kanwil Kemenag DIY. Dr.H.Nur Ahmad Ghozali pimpin monitoring dan evaluasi di KUA Kokap, pada Kamis (12/3/2026) pagi, di dampingi jajarannya.Tim Monev disambut Kepala KUA Kokap, Muhamad sururudin, S.Ag beserta seluruh pegawai KUA Kokap, baik penghulu, penyuluh maupun fungsional umum.
Dalam Kesempatan tersebut Dr.H.Nur Ahmad Ghozali memberikan beberapa arahan terkait kepenyuluhan, bahwa KUA bukan sekedar kantor Urusan Asmara, namun juga membidangi urusan keagamaan; Kemasjidan, zakat, wakaf, pemberdayaan ekonomi umat, produk halal, waris. Layanan kelompok rentan, disabilitas , ekologi dan semua yang terkait dengan urusan keagamaan,Maka KUA harus selalu berada di tengah-tengah umat menjadi pendamping kegiatan keagamaan.KUA harus melakukan inovasi dan menampilkan keunggulan-keunggulan yang di miliki terkait program-program yang dilaksanakan.
“Penyuluh harus mampu menjalankan kegiatan kepenyuluhan dengan menggunakan semua perangkat yang dimiliki, termasuk media sosial, facebook, tiktok, youtube, instragam, bahkan untuk kesuksesan program bisa bermitra dengan semua pihak baik intansi lain, maupun perguruan tinggi yang ada di wilayah kulon progo agar mahasiswa bisa PKL di KUA,” ujar Ahmad Ghozali.

Kepala KUA Kokap, Muhamad Sururudin, S.Ag, dalam sambutannya memberikan informasi bahwa semua ASN KUA Kapanewon Kokap aktif dan giat dalam semua kegiatan keagamaan baik ketugasan di KUA sebagai penghulu, penyuluh maupun fungsional umum bahkan saat di rumah di lingkungan masyarakatnya masing-masing juga berperan sebagai tokoh agama dan beberapa diantaranya sebagai takmir masjid, pengurus pesantren.
“Kegiatan penyuluhan di wilayah Kokap hingga saat ini dapat berjalan dengan lancar, seperti safari tarawih, pembinaan rois dan pelita madinah juga bimbingan keagamaan di kelompok binaan semua dapat terlaksana, termasuk penggunaan media sosial sudah sangat familiar di ASN KUA Kokap dalam kegiatan penyuluhan dan kepenghuluan,” ungkap Sururudin. Sekalipun banyak tantangan yang harus dihadapi, namun semua dapat berjalan dengan baik, lokasi wilayah pegunungan, dan wilayahnya yang luas, bahkan banyak kejadian tanah longsor dan hujan yang terus menerus juga angin. (msu/dpj)



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!