Perkuat Ketahanan Keluarga KPM PKH, KUA Pengasih Sosialisasikan Lima Prinsip Sakinah di Kopok Kulon

Kulon Progo (KUA Pengasih) – Sebagai bagian dari upaya menyukseskan program unggulan Kementerian Agama, The Most KUA, Kantor Urusan Agama (KUA) Pengasih terus melakukan aksi nyata melalui pendampingan masyarakat. Langkah transformasi ini diwujudkan lewat program Pusaka Sakinah yang berfokus pada penguatan ketahanan keluarga bagi warga penerima manfaat.

Bertempat di kediaman Ibu Turiyah, Dusun Kopok Kulon, Tawangsari, Kamis (12/03/2026), Penyuluh Agama Islam KUA Pengasih, Muhammad Munawir, S.Ag., memberikan bimbingan spiritual bagi para anggota Program Keluarga Harapan (PKH). Mengangkat tema “Lima Rumus Keluarga Penuh Kedamaian”, Munawir memaparkan prinsip-prinsip fundamental untuk membangun rumah tangga yang kokoh.

Dalam paparannya, Munawir menjelaskan lima pilar utama, yaitu: Tahabuh (saling mencintai), Ta’awwuf (saling memaafkan), Tasyawwur (senantiasa bermusyawarah), Ta’awun (saling menolong), dan Shabr (kesabaran). “Lima prinsip ini adalah kunci agar keluarga tetap damai dan maslahat meskipun menghadapi berbagai dinamika ekonomi. Transformasi mental inilah yang ingin kita capai melalui program Pusaka Sakinah,” ujar Munawir di hadapan para peserta yang tampak antusias.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Emi Listiawati, S.Pd., selaku Pendamping PKH, yang memastikan bantuan sosial terdistribusi tepat sasaran selaras dengan penguatan spiritual bagi para KPM.

Menanggapi kolaborasi tersebut, Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga H, S.H.I, M.S.I, memberikan apresiasi setinggi-tingginya. Menurutnya, sinergi ini merupakan bentuk nyata dari layanan The Most KUA yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi hadir memberikan solusi bagi ketahanan keluarga. “Kami sangat mendukung sinergi antara penyuluh dengan pendamping PKH. Ketahanan ekonomi harus dibarengi dengan ketahanan mental. Dengan memahami hakikat hidup secara agama melalui bimbingan Pusaka Sakinah, keluarga-keluarga di Pengasih diharapkan tidak hanya kuat secara finansial, tetapi juga memiliki jiwa yang tenang dan ridha terhadap ketetapan Allah,” tegas Rangga.

Pertemuan tersebut ditutup dengan sesi tanya jawab hangat, di mana warga aktif berdiskusi mengenai penerapan nilai-nilai sakinah dalam kehidupan sehari-hari.(lua/dpj)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *