Rayakan Secukupnya, Maafkan Seutuhnya

Putri Hana Khalilah
Siswa MTs Negeri 5 Kulon Progo

Setelah tiga puluh hari bertaruh dengan isi kepala,
Menahan lapar yang sebenarnya tak seberapa,
Dibanding haus akan tenang yang selama ini dicari-cari.
Kita sampai juga di hari ini.

Tidak perlu kembang api yang memekakkan telinga,
Atau baju baru yang kaku dan belum terbiasa di kulit.
Sebab kemenangan ini bukan tentang siapa yang paling mentereng,
Tapi tentang siapa yang berani menatap cermin,
Lalu berbisik pada diri sendiri: “Terima kasih sudah bertahan.”

Maafkan yang sudah-sudah.
Bukan hanya untuk mereka yang pernah menyakiti,
Tapi maafkan juga dirimu yang sering lupa beristirahat,
Yang terlalu keras mengejar dunia sampai lupa arah pulang.

Mari kita ke sana,
Ke meja makan di mana semua duka diletakkan,
Ke pelukan ibu yang baunya tak pernah berubah,
Dan ke doa-doa yang paling tulus tanpa perlu banyak gaya.

Minal aidin wal faizin,
Mari rayakan secukupnya, dan cintai sedalam-dalamnya.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *