Tulisan di Hadapan Meja

Khanza Salsabila
Siswa MTsN 2 Kulon Progo

Mungkin meja itu saksi yang paling bisu,
Melihat air mata yang jatuh perlahan di atas kertas,
Saat jemarimu gemetar menahan rindu,
Ingin bebas, ingin terbang, namun kaki terikat keras.

Engkau tidak sedang berjuang untuk dirimu,
Engkau sedang menangis untuk adik-adikmu,
Untuk anak-cucu yang bahkan belum lahir ke bumi,
Agar mereka tak perlu merasakan pahitnya dipingit sunyi.

Ibu…
Betapa perihnya menjadi lilin yang membakar diri sendiri,
Hanya demi memberi terang pada lorong yang gelap,
Engkau memilih layu dalam pengabdian yang murni,
Agar kami bisa mekar dengan kelopak yang lengkap.

Setiap kali kami melangkah ke sekolah,
Setiap kali kami bicara dengan suara yang teguh,
Itu adalah gema dari nafasmu yang pernah lelah,
Itu adalah sisa dari semangatmu yang tak pernah rubuh.

Terima kasih telah berani bermimpi,
Di saat dunia memaksamu untuk diam dan berhenti.
Di setiap keberhasilan kami hari ini,
Ada tetes keringat dan doa tulusmu, wahai Kartini.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *