KUA Pengasih Bedah Fikih Dagang, Pendamping PKH Lanjutkan Sosialisasi Plastik Sehat

Kulon Progo (KUA Pengasih) – Rangkaian pembinaan bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH berlanjut di wilayah Jombokan 2, Kapanewon Pengasih, pada Selasa (12/5/2026). Bertempat di kediaman Ibu Siti Latifah, kegiatan yang dimulai pukul 11.00 WIB ini menghadirkan perpaduan materi yang sangat krusial bagi kehidupan sehari-hari, yakni tentang integritas dalam mencari nafkah serta kesehatan lingkungan rumah tangga.
Dari aspek mental spiritual, penyuluh KUA Pengasih, Muhammad Munawir, S.Ag., memberikan materi penting mengenai “Dosa-Dosa yang Sering Dilakukan Para Pedagang namun Kerap Diremehkan”. Materi ini sengaja diangkat mengingat cukup banyak warga binaan yang juga berprofesi sebagai pelaku usaha mikro dan pedagang kecil.
Dalam paparannya, ditekankan bahwa dalam Islam, berdagang adalah profesi yang sangat mulia, namun memiliki celah dosa yang besar jika tidak dilandasi pemahaman agama. Beberapa dosa yang sering dianggap remeh di antaranya adalah mengurangi timbangan atau takaran secara halus, menyembunyikan cacat atau kekurangan barang yang dijual, hingga melakukan sumpah palsu demi meyakinkan pembeli agar barangnya laku.
“Seringkali pedagang merasa untung sedikit dengan cara yang kurang jujur itu hal biasa, padahal itu termasuk memakan harta yang batil. Keberkahan rezeki bukan dilihat dari banyaknya keuntungan, melainkan dari prosesnya yang halal dan jujur. Jual beli yang tidak berkah bisa membawa dampak buruk bagi ketenteraman keluarga,” terang Munawir di hadapan warga.
Menyambung pentingnya menjaga kebaikan dalam rumah tangga, Pendamping PKH Kapanewon Pengasih, Emi Listiawati, S.Pd., melanjutkan sosialisasi praktis mengenai kesehatan fisik, yaitu panduan memilih wadah plastik yang aman dan sehat untuk digunakan berulang kali berdasarkan kode angkanya.

Emi Listiawati memaparkan pentingnya mengenali simbol segitiga bernomor yang ada pada bagian bawah wadah plastik. Beliau mengingatkan warga agar tidak sembarangan memakai ulang botol plastik. Plastik dengan kode angka 1 (PET/PETE), seperti botol air mineral pasaran, hanya didesain untuk sekali pakai dan berbahaya jika diisi ulang karena bisa melepaskan zat karsinogenik. Untuk keperluan sehari-hari yang aman digunakan berulang kali, masyarakat diimbau memilih wadah plastik dengan kode angka 5 (PP atau Polypropylene) yang dikenal paling aman untuk makanan dan tahan panas, atau wadah dengan kode angka 2 (HDPE).
Melihat sinergi yang konsisten ini, Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga H., S.H.I., M.S.I., kembali memberikan statement dan apresiasi kuatnya terhadap program lintas sektor ini. “Kami sangat bangga dengan konsistensi tim di lapangan. Pertemuan di Jombokan 2 ini memberikan paket edukasi yang sangat lengkap. Dari sisi KUA, kita meluruskan niat dan cara masyarakat dalam menjemput rezeki melalui fikih dagang yang jujur agar berkah. Di sisi lain, Emi selaku Pendamping PKH memastikan rezeki yang dibawa pulang itu disajikan dalam wadah yang sehat dan aman bagi keluarga. Jika makanan yang dimakan didapat dengan cara yang halal, lalu dikonsumsi dengan cara yang sehat, maka akan lahir generasi yang cerdas dan berkualitas,” ujar Rangga.
Kegiatan di rumah Ibu Siti Latifah ini berjalan dengan penuh antusias. Para ibu KPM PKH yang hadir mengaku mendapatkan banyak ilmu baru, baik untuk memperbaiki cara berdagang mereka agar lebih berkah, maupun dalam menjaga kesehatan keluarga dari bahaya salah memilih wadah plastik.(lua/mel)



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!