Kurban

Arfan Anindito
Siswa MTsN 6 Kulon Progo
Di atas bumi yang diguyur hening subuh,
Ada yang luluh sebelum darah sempat menyentuh.
Bukan leher yang menyerah pada tajamnya baja,
Melainkan ego yang runtuh, bersimpuh tanpa sisa.
Sebab ikhlas tak pernah punya suara,
Ia mengalir seperti pasrahnya sang hamba.
Ketika diuji antara benci dan kepemilikan,
Kita belajar melepaskan apa yang didekap tangan.
Langit hanya diam, menyaksikan sebuah penyerahan,
Hanya tentang kepatuhan yang mapan.
Nabi yang memegang amanat maha tinggi,
Menghunus rindu, menyembelih mimpi-mimpi.



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!