Filosofi Jawa dan Spiritual Warnai Rapat Kenaikan Kelas di MIN 2 Kulon Progo

Kulon Progo (MIN2KP) — Perjalanan spiritual manusia dari alam rahim hingga menjadi insan yang mulia mewarnai pembukaan rapat kenaikan kelas Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Kulon Progo. Kegiatan yang berlangsung di ruang pertemuan madrasah pada Senin (22/6/2026) ini diikuti oleh seluruh guru dan pegawai dengan penuh khidmat.
Rapat dinas tersebut diawali dengan ceramah singkat (kultum) yang disampaikan oleh Guru Al-Qur’an Hadis MIN 2 Kulon Progo, Saswita, S.Pd.I. Ia mengupas tuntas fase penciptaan manusia. Mulai dari segumpal darah di dalam kandungan hingga tumbuh menjadi makhluk yang paling sempurna.
Uniknya, ia memadukan penjelasan teologis tersebut dengan kedalaman filosofi Jawa. Manusia disebut melampaui tahapan sangkan paraning dumadi. Yaitu pemahaman tentang dari mana manusia berasal dan ke mana mereka akan kembali. “Dalam kandungan, manusia dibentuk dari saripati tanah, menjadi segumpal darah, hingga ditiupkan ruh. Filosofi Jawa mengajarkan kita tentang sedulur papat kalima pancer. Yang bermakna menjaga keselarasan nafsu agar manusia mampu meniti jalan menuju derajat yang mulia di hadapan Sang Pencipta,” ujarnya.

Kepala MIN 2 Kulon Progo, Hartati, S.Pd.I., M.Pd. menyambut positif refleksi spiritual ini. Ia menegaskan bahwa momentum kenaikan kelas bukan sekadar rutinitas administrasi. Melainkan ruang evaluasi untuk mencetak generasi yang berakhlak mulia. “Perjalanan panjang manusia yang mulia ini harus tecermin dalam pola didik kita di madrasah. Kita memikul tanggung jawab besar untuk mengantarkan para siswa tidak hanya cerdas secara intelektual. Tetapi juga memahami hakikat diri dan memiliki keluhuran budi pekerti,” tegasnya.
Suasana rapat berlangsung tertib dan ditutup dengan diskusi teknis mengenai kriteria kenaikan kelas serta penyusunan program pembelajaran untuk tahun ajaran mendatang. (rin/abi).
#KementerianSemuaAgama
#MakinDigitalMenjangkauUmat



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!