Pengajian Aparat Kapanewon Temon: Meneladani Kedermawanan Sahabat Nabi

Kulon Progo (KUA Temon) – Kantor Urusan Agama Temon bersama unsur Pemerintah Kapanewon Temon melaksanakan kegiatan Pengajian Aparat Kapanewon Temon yang bertempat di Balai Kalurahan Palihan, Jumat (12/6/2026).

Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan dengan dihadiri jajaran aparatur kapanewon, pemerintah kalurahan, tokoh agama, serta masyarakat.

Acara diawali dengan tadarus Al-Qur’an oleh penyuluh agama KUA Temon sebagai bentuk ikhtiar memperkuat spiritualitas dan mempererat ukhuwah di lingkungan aparatur pemerintah. Selanjutnya, Panewu Temon, Rusdi Suwarno, menyampaikan sambutan sekaligus mengajak seluruh aparatur untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dengan dilandasi nilai-nilai keikhlasan, integritas, dan kepedulian sosial.

“Dengan pengajian rutin ini, kita berharap aparatur Kapanewon Temon tidak hanya kuat dalam menjalankan tugas pemerintahan, tetapi juga memiliki keteguhan spiritual dan semangat melayani masyarakat dengan sepenuh hati,” ujar Rusdi Suwarno.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan bantuan dan hibah dari BAZNAS sebagai wujud kepedulian sosial kepada masyarakat yang membutuhkan. Bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat serta memperkuat semangat gotong royong dan solidaritas sosial di wilayah Temon.

Memasuki acara inti, tausiyah disampaikan oleh KH Mustafid Ennuhad. Dalam ceramahnya, beliau mengangkat keteladanan sahabat Nabi, Sa’ad bin Rabi’ Al-Anshari, yang menunjukkan tingkat pengorbanan dan kedermawanan luar biasa saat dipersaudarakan oleh Rasulullah SAW dengan Abdurrahman bin Auf setelah hijrah ke Madinah.

Beliau menceritakan bagaimana Sa’ad bin Rabi’ menawarkan separuh hartanya kepada Abdurrahman bin Auf, bahkan bersedia menceraikan salah satu istrinya agar dapat dinikahi oleh saudaranya tersebut. Namun, Abdurrahman bin Auf dengan penuh kearifan menolak tawaran tersebut dan memilih untuk ditunjukkan jalan menuju pasar agar dapat berusaha dan mencari rezeki secara mandiri.

“Dari kisah ini kita belajar bahwa Islam mengajarkan keseimbangan antara kepedulian sosial dan kemandirian. Sa’ad bin Rabi’ memberi teladan tentang keikhlasan berbagi, sementara Abdurrahman bin Auf memberi contoh tentang etos kerja dan kemandirian dalam mencari nafkah,” tutur KH Mustafid Ennuhad.

Kegiatan pengajian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh KH Mustafid Ennuhad, memohon keberkahan, keselamatan, serta kemudahan bagi seluruh aparatur dan masyarakat Kapanewon Temon dalam menjalankan tugas serta kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai keteladanan para sahabat Nabi dapat menjadi inspirasi bagi seluruh aparatur untuk terus menumbuhkan semangat berbagi, bekerja keras, dan menguatkan kebersamaan dalam membangun masyarakat yang harmonis dan sejahtera. (Opi/mel)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *