Perkuat Spiritual Keluarga Prasejahtera, KUA Panjatan Dampingi Ibadah Salat KPM PKH

Kulon Progo (KUA Panjatan) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kapanewon Panjatan terus memperluas jangkauan bimbingan masyarakat ke berbagai lini, termasuk pada kelompok rentan sosial. Pada Rabu (10/6/2026), Penyuluh Agama Islam KUA Panjatan melaksanakan kegiatan silaturahmi sekaligus pendampingan bagi Program Keluarga Harapan (PKH) di Dusun Bugel VII, Kalurahan Bugel, Kapanewon Panjatan.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Penyuluh Agama Islam KUA Panjatan, Kartiwin, S.Pd.I., M.S.I., bersama Koordinator PKH Kapanewon Panjatan, Bapak Yanu Agung Nugroho, S.H. Kehadiran mereka disambut antusias oleh para ibu-ibu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH setempat yang memadati lokasi pertemuan.
Dalam kesempatan ini, materi utama yang dibahas dan ditekankan kepada para KPM adalah mengenai pentingnya ibadah salat. Pendampingan ini tidak hanya menyentuh aspek tata cara (fikih) ibadah yang benar, tetapi juga motivasi spiritual agar salat dijadikan sebagai fondasi ketahanan mental dan moral keluarga dalam menghadapi tantangan ekonomi sehari-hari.
Kepala KUA Kapanewon Panjatan, H. Basid Rustami, S.Ag., memberikan apresiasi yang mendalam atas terselenggaranya kolaborasi taktis antara penyuluh agama dan pendamping sosial kemasyarakatan ini.
“Kami sangat mendukung penuh langkah jemput bola ini. Pengentasan kemiskinan tidak boleh hanya berfokus pada bantuan materi semata, tetapi harus diimbangi dengan penguatan spiritual. Salat adalah tiang agama yang akan membimbing keluarga-keluarga prasejahtera ini agar tetap tangguh, bersyukur, dan optimis memperbaiki taraf hidup,” ujarnya.

Aksi kolaboratif di Dusun Bugel VII ini sejalan dan berkaitan erat dengan program prioritas Kementerian Agama RI, di antaranya:
Pemberdayaan Ekonomi Umat berbasis Ketahanan Keluarga: Kemenag berkomitmen mendukung program pengentasan kemiskinan pemerintah dengan cara masuk dari sisi penguatan mental-spiritual. Melalui bimbingan ibadah seperti salat, diharapkan tercipta keluarga yang sakinah dan memiliki regulasi emosi yang baik.
Optimalisasi Peran Penyuluh Agama: Menempatkan penyuluh sebagai problem solver dan mitra strategis di tengah masyarakat, khususnya dalam mendampingi kelompok-kelompok binaan sosial (KPM PKH) agar mendapatkan hak bimbingan keagamaan secara merata.
Sinergi antara KUA Panjatan dan Koordinator PKH ini diharapkan dapat terus berlanjut guna mencetak keluarga penerima manfaat yang tidak hanya mandiri secara ekonomi di masa depan, tetapi juga kokoh secara iman. (win/mel)



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!