KUA Panjatan Gelar Pengukuran Arah Kiblat di Tiga Titik

Kulon Progo (KUA Panjatan) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kapanewon Panjatan bekerja sama dengan Tim Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kulon Progo melaksanakan pengukuran arah kiblat secara akurat di tiga titik lokasi berbeda pada Selasa (9/6/2026).
Tiga titik yang menjadi fokus pengukuran kali ini meliputi wilayah Bugel I, Depok 1, dan Depok 2, Kapanewon Panjatan. Kegiatan yang berlangsung maraton mulai pukul 11.00 hingga 15.00 WIB ini merupakan bagian dari layanan jemput bola untuk memberikan kepastian hukum syar’i terkait arah ibadah umat Islam di wilayah tersebut.
Turut hadir dalam peninjauan dan pengukuran lapangan ini, Penyuluh Agama Islam KUA Panjatan, Mufti Amri, S.H.I., dan Kartiwin, S.Pd.I., M.S.I., mendampingi langsung Tim Ahli Hisab Rukyat dari Bimas Islam Kabupaten Kulon Progo.
Kehadiran tim di lokasi disambut dengan sangat hangat dan antusias oleh warga serta tokoh masyarakat setempat, salah satunya Kepala Sekolah, Dasiyah, S.Pd. Beliau menyampaikan rasa terima kasih atas respons cepat dan akurasi pengukuran yang dilakukan oleh petugas.

Menanggapi kelancaran kegiatan tersebut, Kepala KUA Kapanewon Panjatan, H. Basid Rustami, S.Ag., memberikan apresiasi yang tinggi kepada tim lapangan dan masyarakat yang kooperatif.
“Akurasi arah kiblat adalah hal krusial dalam ibadah salat. Kami sangat mengapresiasi kerja keras tim Bimas Islam, para penyuluh, serta sambutan luar biasa dari pihak sekolah dan warga Desa Bugel serta Depok. Sinergi seperti ini yang membuat layanan keagamaan terasa langsung manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.
Aktivitas pengukuran arah kiblat ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan wujud nyata dari implementasi program prioritas Kementerian Agama RI, khususnya dalam hal:
Revitalisasi KUA: Menjadikan KUA sebagai pusat layanan keagamaan yang prima, kredibel, dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat hingga tingkat desa/kelurahan. Peningkatan Kualitas Layanan Bimas Islam: Memastikan fasilitas ibadah dan sarana keagamaan memiliki standarisasi yang tepat guna menghindari keraguan di tengah masyarakat.
Melalui penggunaan alat ukur teodolit dan metode kompas berkualifikasi standar bimas, proses penentuan garis saf di tiga titik tersebut kini telah dinyatakan valid dan presisi sesuai koordinat bumi terkini. (win/mel)



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!