Sambut 1 Muharam 1448 H, Warga Jatisarono Gelar Pawai Oncor dan Doa Bersama

Kulon Progo (KUA Nanggulan) — Suasana khidmat sekaligus meriah menyelimuti Masjid Fathimah Jatingarang Lor, Jatisarono, Nanggulan. Ratusan warga berkumpul menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 H dengan menggelar pawai oncor (obor) dan doa bersama yang mengusung tema: “Terangkan langkah, kuatkan doa, wujudkan generasi berakhlak mulia.”
Acara yang menyatukan sinergi masyarakat ini dihadiri oleh jajaran Polsek, Koramil, Kapanewon, Lurah, Dukuh, serta Penyuluh Agama Islam KUA Nanggulan, Humaidi Khoir, S.Sos., dan Riska Dewi Puspitasari, S.Sos. Ketua Panitia, Rosid Setiawan Zulfani, S.Pd., menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh jamaah dan elemen masyarakat yang telah bergotong royong menyukseskan acara tersebut.

Dalam sambutannya, Penyuluh Agama Islam KUA Nanggulan, Humaidi Khoir, menekankan bahwa momentum perpindahan tahun dari 1447 H ke 1448 H adalah waktu untuk merenungi tiga makna penting hijrah Nabi Muhammad SAW, yaitu hijrah tempat (meninggalkan lingkungan yang merusak iman), hijrah keadaan (dari lemah menjadi kuat, dari terpecah menjadi bersatu), dan hijrah hati (dari maksiat menuju taat, dari lalai menuju zikir).
“Kalau tahun baru Masehi dirayakan dengan petasan dan hura-hura, maka Tahun Baru Islam kita rayakan dengan takbir, istighfar, muhasabah, dan majelis ilmu. Inilah pesta orang beriman,” ujarnya.

Melengkapi pesan tersebut, Bonadi selaku pengurus Yayasan Tiban Brintik dalam tausiahnya memaparkan bahwa 1 Muharam adalah simbol transformasi. Spirit hijrah mengajarkan keberanian untuk meninggalkan keburukan menuju kebaikan, sekaligus menjadi ajang muhasabah (introspeksi diri) atas segala amal ibadah dan perjalanan hidup yang telah lalu.
Melalui nyala obor yang menerangi malam, warga Nanggulan berharap semangat hijrah ini dapat terus membakar tekad mereka dalam membangun generasi yang religius dan berakhlak mulia. (cho/mel)



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!