Majelis Taklim GPPA Ar-Rohmah Amalkan Gerakan Ekoteologi melalui Konservasi Mangrove dan Penangkaran Penyu

Kulon Progo (KUA Temon) – Sebanyak 50 peserta Jamaah Majelis Taklim GPPA Ar-Rohmah mengikuti kegiatan edukasi dan praktik pelestarian lingkungan dalam rangka mengamalkan Gerakan Ekoteologi Kementerian Agama pada Selasa (16/6/2026).
Kegiatan yang dipandu oleh Penyuluh Agama KUA Temon, Muqoffa Mahyudin, S.Ag., M.Hum., ini menghadirkan Warso, pegiat lingkungan yang aktif dalam konservasi mangrove dan penangkaran penyu. Para peserta mendapatkan pengetahuan mengenai pentingnya menjaga kelestarian ekosistem pesisir sebagai bagian dari implementasi nilai-nilai keagamaan yang selaras dengan upaya pelestarian alam.
Muqoffa Mahyudin menyampaikan bahwa Gerakan Ekoteologi Kementerian Agama mengajak masyarakat untuk menjadikan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari pengamalan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari.
“Menjaga kelestarian alam merupakan amanah yang harus dilaksanakan bersama. Melalui Gerakan Ekoteologi Kementerian Agama, kita diajak untuk membangun kesadaran bahwa merawat lingkungan adalah bagian dari ibadah dan bentuk tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi,” ujarnya.

Warso juga mengajak para peserta untuk berperan aktif dalam menjaga keberlangsungan ekosistem pesisir melalui penanaman dan perawatan mangrove serta mendukung upaya pelestarian penyu yang keberadaannya semakin memerlukan perhatian bersama.
“Gerakan Ekoteologi Kementerian Agama bukan sekadar program seremonial, tetapi merupakan upaya nyata untuk menanamkan kesadaran bahwa menjaga dan melestarikan lingkungan adalah bagian dari pengamalan ajaran agama. Melalui kegiatan konservasi mangrove dan penangkaran penyu yang diikuti Jamaah Majelis Taklim GPPA Ar-Rohmah ini, kami berharap tumbuh kepedulian dan tanggung jawab bersama dalam merawat ciptaan Allah SWT demi keberlangsungan kehidupan generasi mendatang. KUA Temon berkomitmen untuk terus menggerakkan masyarakat agar menjadikan pelestarian lingkungan sebagai budaya dan bagian dari ibadah sehari-hari,” ujar Kepala KUA Temon, Marqum Muh. Zumarodin.
Kegiatan berlangsung dengan antusias dan diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat untuk terus menjaga keseimbangan alam, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh generasi sekarang maupun generasi yang akan datang. (opi/mel)



In sya Alloh penyu tumbuh besar sehat & pohon mangrove yg kami tanam juga bisa tumbuh subur dan besar. Aamiin YRA
In-sya Alloh penyanyi tumbuh besar sehat & pohon mangrove yg kamu tanam juga bisa tumbuh subur dan besar. Aamiin YRA