Satu Hari Dua Aksi, KUA Samigaluh Bentengi Remaja dan Perkuat Jejaring Pencegahan KTD

Kulon Progo (KUA Samigaluh) — KUA Kapanewon Samigaluh menunjukkan komitmennya dalam membangun generasi yang berkualitas melalui dua kegiatan strategis yang dilaksanakan dalam satu hari, Kamis (18/6/2026). Kegiatan tersebut diawali dengan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) di SMKN 1 Samigaluh dan dilanjutkan dengan partisipasi dalam FGD Identifikasi Masalah dan Sosialisasi Program GEMATI (Gerakan Masyarakat Tanggap Indonesia) yang diselenggarakan RSUD Nyi Ageng Serang bersama FKKMK UGM.

Pada kegiatan BRUS, empat Penyuluh Agama Islam KUA Samigaluh, yakni Sri Firmanti, Mardani, Rahmawati, dan Fika Agustri, memberikan pembekalan kepada siswa terkait perencanaan masa depan, kesehatan reproduksi, bahaya pergaulan berisiko, kesiapan berkeluarga, serta penguatan karakter dan nilai-nilai keagamaan. Melalui pendekatan yang komunikatif, para siswa diajak untuk lebih bijak dalam menggunakan media digital dan berani menolak perilaku yang dapat merugikan masa depan mereka.

Sementara itu, pada siang hari, Penyuluh Agama Islam Muh Tamrin mewakili KUA Samigaluh dalam forum GEMATI yang dihadiri unsur kesehatan, pemerintah, PKK, karang taruna, dan tokoh masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, Tamrin menyampaikan dukungan penuh terhadap program GEMATI sebagai upaya meningkatkan kesehatan ibu dan anak sekaligus menekan berbagai persoalan sosial, khususnya Kehamilan Tidak Direncanakan (KTD).
Menurutnya, KTD merupakan persoalan yang memerlukan perhatian serius dan sinergi semua pihak. Faktor penyebabnya antara lain kemudahan akses terhadap konten pornografi, lemahnya pengawasan orang tua, kurangnya komunikasi dalam keluarga, pengaruh lingkungan pergaulan, serta rendahnya literasi remaja terkait kesehatan reproduksi dan tanggung jawab moral.

Satibi. S.H.I, Kepala KUA Samigaluh menegaskan bahwa BRUS dan GEMATI merupakan dua langkah yang saling melengkapi. BRUS berfungsi sebagai upaya pencegahan dengan membentengi remaja sejak dini, sedangkan GEMATI memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menangani persoalan yang berkembang di masyarakat.
“Kami ingin pencegahan dilakukan dari hulu hingga hilir. Remaja dibekali pengetahuan dan karakter yang kuat, sementara masyarakat membangun sistem dukungan yang sehat bagi tumbuh kembang generasi,” ujarnya.
Melalui edukasi, penguatan keluarga, dan sinergi berbagai pihak, KUA Samigaluh berharap lahir generasi yang tangguh, berkarakter, dan siap mewujudkan keluarga yang sehat serta bermartabat. (nur/mel)



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!