Sinergi Sikap Baik dan Pusaka Sakinah, KUA Pengasih Dorong KPM Mandiri

Kulon Progo (KUA Pengasih) – Kantor Urusan Agama (KUA) Pengasih terus berkomitmen menghadirkan program yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat, baik secara material maupun spiritual. Melalui kolaborasi program SIKAP BAIK (Sinergi KUA dan PKH Berdaya, Agamis, Inklusif) bersama Pusaka Sakinah, KUA Pengasih menggelar kegiatan bimbingan dan penyuluhan terpadu di kediaman Ibu Keminem, Kedungsogo, Kedungsari, Pengasih, pada Senin (22/6/2026) pagi.

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB ini mempertemukan perspektif kemandirian ekonomi dari Program Keluarga Harapan (PKH) dengan penguatan mental-spiritual berbasis nilai keagamaan yang diusung oleh KUA.

Pendamping PKH Kapanewon Pengasih, Eny Puri Rahayu, yang hadir sebagai narasumber pertama, menekankan pentingnya bagi para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk memiliki target keluar dari zona bantuan sosial melalui Graduasi Mandiri.

“Program Keluarga Harapan hadir bukan untuk selamanya, melainkan sebagai stimulan. Kami terus mendorong dan mendampingi para KPM agar usahanya berkembang, mampu memenuhi kebutuhan secara mandiri, hingga akhirnya dengan bangga menyatakan siap graduasi secara sukarela dari daftar penerima bansos,” ujarnya.

Sejalan dengan misi kemandirian tersebut, Penyuluh Agama Islam KUA Pengasih, Muhammad Musodiqin, S.Sos., memberikan penguatan dari sisi spiritual. Menyongsong bulan Muharam, ia menyampaikan materi mendalam mengenai keutamaan memberikan kelapangan nafkah atau belanja kepada keluarga pada Hari Asyura (10 Muharam).

Musodiqin mengutip sebuah hadis sahih yang menjadi motivasi bagi keluarga untuk tidak takut berbagi dan membahagiakan orang rumah, yang artinya “Barangsiapa melapangkan belanja kepada keluarganya di Hari Asyura maka Allah melapangkan kepadanya selama setahun keseluruhan.” (HR. Thabrani dan Baihaqi).

“Kemandirian ekonomi yang dikejar melalui PKH akan semakin kokoh jika dibersamai dengan spiritualitas yang matang. Melapangkan belanja bagi keluarga di Hari Asyura bukan bentuk pemborosan, melainkan investasi iman yang dipercaya membuka keran rezeki yang berkah dan lapang sepanjang tahun ke depan,” jelas Musodiqin.

Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga H., S.H.I., M.S.I., memberikan apresiasi tinggi atas konsistensi sinergi di lapangan antara penyuluh agama dan pendamping PKH. Menurutnya, integrasi ini adalah kunci membangun ketahanan keluarga yang utuh. “Kami di KUA Pengasih sangat mendukung penuh kolaborasi SIKAP BAIK dan Pusaka Sakinah ini. Graduasi Mandiri dalam PKH memerlukan mentalitas yang kuat, dan di sinilah peran penyuluh agama untuk menyuntikkan motivasi spiritual. Ketika sebuah keluarga diajarkan cara menjemput rezeki yang berkah, salah satunya melalui momentum Hari Asyura, maka kemandirian ekonomi yang inklusif akan lebih cepat terwujud,” tegas Rangga dalam pesan singkatnya.

Acara berlangsung dengan penuh antusiasme dari warga RT 031 Kedungsogo, yang berharap kegiatan edukasi lintas sektor seperti ini dapat terus berjalan secara berkesinambungan.(lua/mel)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *