Buka Peluang Kuliah Gratis bagi Anak KPM PKH, Pertemuan PKH Kalinongko Bahas Keutamaan Bersedekah
Kulon Progo (KUA Pengasih) – Komitmen untuk meningkatkan kesejahteraan sekaligus mencerdaskan kehidupan bangsa terus digalakkan melalui program pendampingan masyarakat. Pada Selasa (07/7/2026), Pertemuan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) sukses dilaksanakan di kediaman Ibu Rohaniyati, Kalinongko, Kedungsari, Kapanewon Pengasih.
Pertemuan rutin ini menghadirkan dua agenda utama yang sangat bermanfaat, yaitu sosialisasi peluang pendidikan tinggi bagi anak-anak KPM PKH dan pembekalan spiritual mengenai indahnya berbagi.

Sesi pertama diisi oleh Pendamping PKH, Eny Puri Rahayu, yang membawa kabar gembira mengenai akses pendidikan tinggi bagi anak-anak dari keluarga penerima manfaat. Eny menyosialisasikan program kuliah gratis di Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa (STPMD) “APMD” Yogyakarta.
Program luar biasa ini difasilitasi melalui beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Melalui beasiswa tersebut, mahasiswa yang lolos seleksi akan dibebaskan dari biaya pendidikan secara penuh selama delapan semester (4 tahun) sekaligus mendapatkan uang saku bulanan untuk menunjang kebutuhan operasional kuliah.
“Pendidikan adalah jembatan utama untuk memutus rantai kemiskinan. Kami berharap para orang tua KPM PKH di Kalinongko dapat memanfaatkan peluang emas KIP Kuliah ini agar anak-anak mereka bisa meraih cita-cita setinggi mungkin tanpa perlu cemas memikirkan biaya,” ujar Eny penuh semangat.
Selain bekal masa depan pendidikan, para peserta yang hadir juga mendapatkan siraman rohani yang disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Pengasih, Muhammad Musodiqin, S.Sos.
Dalam tausiyahnya, ia mengangkat tema tentang keutamaan menjadi pribadi yang dermawan. Bersedekah tidak akan mengurangi harta, melainkan mendatangkan keberkahan yang luar biasa, bahkan didoakan langsung oleh para malaikat setiap pagi.
Musodiqin menyitir sebuah hadis sahih dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu, di mana Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak ada suatu hari pun ketika seorang hamba melewati paginya kecuali akan turun dua malaikat kepadanya, lalu salah satunya berkata; ‘Ya Allah, berikanlah pengganti bagi siapa yang menafkahkan hartanya’, sedangkan yang satunya lagi berkata; ‘Ya Allah, berikanlah kehancuran (kebinasaan) kepada orang yang menahan hartanya (bakhil).'” (HR. Bukhari)
Melalui materi ini, ia mengajak para warga untuk senantiasa membiasakan diri bersedekah, sekecil apa pun bentuknya, sebagai wujud syukur dan pelindung dari sifat kikir.
Menanggapi kegiatan yang memadukan urusan duniawi (pendidikan) dan ukhrawi (spiritual) ini, Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangg H., S.H.I, M.S.I, memberikan apresiasi mendalam atas sinergi yang terjalin dengan baik di masyarakat. “Pertemuan ini sangat komprehensif. Di satu sisi, kita mendorong anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memutus mata rantai kemiskinan lewat jalur pendidikan tinggi gratis. Di sisi lain, kita membekali hati para orang tua dengan sifat dermawan dan ikhlas melalui tuntunan agama. KUA Pengasih akan selalu mendukung penuh kolaborasi pembinaan masyarakat seperti ini demi mewujudkan tatanan sosial yang cerdas secara intelektual dan kaya secara spiritual,” tegas Rangga.
Pertemuan berlangsung dengan lancar, penuh keakraban, dan diakhiri dengan sesi tanya jawab interaktif dari ibu-ibu KPM PKH yang antusias menyambut informasi beasiswa perkuliahan.(lua/mel)




Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!