KUA Panjatan dan PC Fatayat NU Gelar Jambore Eco-Santri

Kulon Progo (KUA Panjatan) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kapanewon Panjatan melalui Penyuluh Agama Islam bekerja sama dengan Pengurus Cabang (PC) Fatayat NU Kabupaten Kulon Progo resmi membuka kegiatan Jambore Eco-Santri di Pondok Pesantren Al Ma’unah, Bojong, Panjatan, Kamis (2/7/2026) pukul 10.00 WIB. Kegiatan yang sarat nilai keagamaan, edukasi lingkungan, dan kepedulian sosial ini akan berlangsung selama tiga hari, mulai 2 hingga 4 Juli 2026.

Menandai dimulainya kegiatan, KUA Kapanewon Panjatan menyerahkan santunan kepada anak yatim piatu dan penyandang disabilitas di lingkungan Kapanewon Panjatan. Aksi sosial ini terlaksana berkat dukungan penuh dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kulon Progo dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Kulon Progo.

Hadir dalam pembukaan tersebut, tim Penyuluh Agama Islam dari KUA Panjatan, antara lain Djuni Kaswati, S.Ag., Fajar Munggih Nugrahini, S.Sos., dan Nofianti, S.Pd.Si., M.Pd.

Dalam sambutannya selaku perwakilan dari KUA Panjatan, Djuni Kaswati, S.Ag. menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, Jambore Eco-Santri menjadi sarana yang sangat efektif untuk membentuk karakter anak sejak dini.

“Kegiatan ini sangat bagus sebagai sarana pendidikan dasar untuk rohani anak-anak. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada PC Fatayat NU Kabupaten Kulon Progo yang telah menginisiasi kegiatan yang sangat bermanfaat ini. Ini adalah jawaban dan solusi nyata untuk anak-anak zaman sekarang yang biasanya kalau di rumah cenderung hanya bermain gadget,” ujar Djuni.

Sementara itu, Ketua PC Fatayat NU Kulon Progo, Nofi, menjelaskan bahwa jambore serupa telah sukses dilaksanakan dua kali, yakni pada 2024 dan 2025 dengan konsep luar ruangan. Namun, penyelenggaraan tahun ini hadir dengan konsep berbeda.

“Untuk tahun 2026 ini, kegiatan sengaja dilaksanakan di Pondok Pesantren sebagai wujud kepedulian kami terhadap dunia pesantren. Tujuannya adalah untuk mengenalkan langsung bagaimana aktivitas dan kehidupan kepesantrenan kepada anak-anak,” jelas Nofi.

Selama tiga hari kegiatan, peserta akan dibekali pengalaman tentang cara mencintai lingkungan secara nyata melalui sejumlah agenda, di antaranya pengenalan dan pemilahan sampah, petualangan melalui pos-pos edukasi sampah, lomba mewarnai, serta pelatihan membuat batik ecoprint.

Kepala KUA Kapanewon Panjatan, H. Basid Rustami, S.Ag., menyatakan dukungan penuhnya terhadap kolaborasi lintas sektoral ini. Beliau berharap kegiatan ini mampu melahirkan generasi yang tidak hanya saleh secara spiritual, tetapi juga saleh secara sosial dan lingkungan.

“Kami di KUA Panjatan berkomitmen untuk selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam urusan formal keagamaan, tetapi juga dalam pembinaan generasi muda dan kepedulian sosial. Melalui Jambore Eco-Santri dan pemberian santunan ini, kita ingin menanamkan rasa syukur, empati kepada sesama, sekaligus menumbuhkan kesadaran menjaga alam ciptaan Allah SWT sejak dini. Semoga sinergi antara KUA, Penyuluh, Fatayat NU, Kemenag, dan Baznas ini terus membawa berkah bagi Kulon Progo,” tegas Basid Rustami. (nof/mel)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *