Latih Empati dan Karakter, Musera Laksanakan Takziah
Kulon Progo (Musera) – Menunjukkan rasa simpati dan penghormatan terakhir, keluarga besar MI Muhammadiyah Serangrejo (Musera) melaksanakan takziah ke rumah kediaman mantan Kepala Madrasah yang telah purna tugas, almarhum H. Sukito, A.Md. Rombongan yang terdiri dari kepala madrasah, guru, staf, beserta para murid hadir langsung memberikan doa terbaik sebelum jenazah dimakamkan pada Jum’at (24/7/2026) di Kuwirun, Kulwaru, Wates.
Suasana duka yang khidmat menyelimuti rumah duka saat seluruh keluarga besar Musera berbaur dengan pelayat lainnya. Kehadiran ini menjadi bukti nyata bahwa ikatan silaturahmi antara madrasah dan para pejuang pendahulunya tetap terjalin erat meskipun yang bersangkutan telah purna tugas.
Dalam kesempatan tersebut, para guru dan murid Musera juga mendirikan ibadah salat jenazah berjamaah yang dipimpin langsung oleh Nur Hidayat, S.Pd. Seluruh rangkaian ibadah ini berlangsung dengan sangat tertib, tenang, dan khusyuk.

“Pelaksanaan salat jenazah sengaja kita kondisikan agar berjalan tertib dan khusyuk, sebagai bentuk penghormatan tertinggi sekaligus hadiah doa terbaik kita untuk almarhum H. Sukito. Melalui salat jenazah berjamaah yang tenang ini, kita bersama-sama memohonkan ampunan agar segala amal ibadah beliau diterima di sisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” tutur Nur.
“Ini juga menjadi momentum penting bagi anak-anak untuk belajar mempraktikkan tata cara salat jenazah secara langsung,” sambungnya.
Kepala Madrasah, Sumarsih, M.S.I. memberikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh warga madrasah yang telah meluangkan waktu untuk hadir dan menunjukkan empati mendalam.
“Saya sangat mengapresiasi dan bangga atas kekompakan guru, staf, serta anak-anak dalam pelaksanaan takziah hari ini. Kegiatan takziah seperti ini memberikan pelajaran berharga dan mengajarkan kepada kita semua tentang arti penting empati, kepedulian sosial, serta pengingat yang sangat nyata bahwa kehidupan di dunia ini adalah fana,” jelas Kamad.

“Melalui takziah, kita tidak hanya menghibur keluarga yang berduka, tetapi juga melatih hati anak-anak agar memiliki kepekaan rasa, menghormati jasa para pendahulu madrasah, dan menumbuhkan akhlakul karimah dalam kehidupan bermasyarakat,” tambahnya.
Pengalaman berharga ini juga membekas di hati para murid Musera yang ikut serta, salah satunya, Sakha Wiratama. “Bersyukur hari ini bisa diajak guru untuk ikut melayat dan menyalatkan jenazah secara langsung. Biasanya kami hanya belajar teorinya saja di kelas. Tetapi hari ini kami praktik langsung mendoakan almarhum Bapak Sukito yang kebetulan juga tetangga saya. Semoga beliau mendapat tempat terbaik di sisi-Nya,” kata Sakha. (ist/abi).
#KementerianSemuaAgama
#MakinDigitalMenjangkauUmat



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!