Melalui Bimwin Angkatan VI, KUA Kalibawang Perkuat Ketahanan Keluarga Sejak Pra Nikah

Kulon Progo (KUA Kalibawang) – KUA Kapanewon Kalibawang kembali menyelenggarakan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) Angkatan VI di Balai Nikah KUA Kalibawang, Rabu (15/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Kementerian Agama dalam mempersiapkan calon pengantin agar memiliki bekal pengetahuan, keterampilan, dan kesiapan mental untuk membangun keluarga yang sakinah, harmonis, serta berkualitas.

Materi pertama disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Kalibawang, Akhiru Nurul Ummah, S.Sos.I., M.S.I., dengan tema Mempersiapkan Keluarga Sakinah. Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa keluarga yang kokoh dibangun di atas landasan keimanan, komunikasi yang baik, saling menghormati, dan komitmen bersama. “Pernikahan bukan sekadar menyatukan dua insan, tetapi juga membangun keluarga yang menjadi tempat lahirnya generasi terbaik,” ujarnya.

Selanjutnya, Sigit Nurcahya, S.I.Kom., menyampaikan materi tentang Generasi Berkualitas. Ia mengajak calon pengantin memahami pentingnya perencanaan keluarga, pola asuh yang tepat, serta peran orang tua dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak agar lahir generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter.

Materi terakhir disampaikan oleh Titin Haryati, S.Ag., mengenai Problematika Rumah Tangga. Ia membekali peserta dengan pemahaman tentang berbagai tantangan dalam kehidupan berumah tangga serta pentingnya menyelesaikan persoalan melalui komunikasi, musyawarah, dan sikap saling menghargai.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan diskusi dan tanya jawab antara narasumber dan peserta. Melalui bimbingan ini, KUA Kalibawang berharap para calon pengantin memiliki kesiapan yang lebih matang, baik dari aspek keagamaan, sosial, maupun psikologis, sebelum memasuki kehidupan berkeluarga.
Kepala KUA Kapanewon Kalibawang menyampaikan bahwa Bimbingan Perkawinan merupakan salah satu ikhtiar Kementerian Agama dalam memperkuat ketahanan keluarga sejak pra nikah. “Kami berharap setiap calon pengantin mampu menerapkan ilmu yang diperoleh sehingga dapat mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah serta melahirkan generasi yang berkualitas dan menjadi teladan di tengah masyarakat,” ujarnya. (akh/mel)



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!