Sinergi Musera dan Komite, Bersama Laksanakan Salat Jenazah

Kulon Progo (Musera) – Peserta didik kelas IV hingga kelas VI MI Muhammadiyah Serangrejo (Musera) melaksanakan aksi sosial. Yakni dengan bertakziah ke rumah warga di lingkungan tetangga madrasah yang meninggal dunia pada Selasa (11/8/2026) pagi. Selain menyampaikan rasa duka cita, seluruh murid beserta guru pendamping juga melaksanakan ibadah salat jenazah bersama yang dipimpin langsung oleh Komite Madrasah, Agus Wakhid Hidayat.
Sebelum ibadah dimulai, Wakhid memberikan edukasi dan bimbingan langsung kepada para murid mengenai tata cara dan bacaan salat jenazah yang benar.
”Anak-anak sekalian. Salat jenazah ini berbeda dengan salat fardu. Karena tidak ada ruku dan sujud. Melainkan terdiri dari empat kali takbir dalam posisi berdiri tegak. Perhatikan baik-baik urutannya. Setelah takbir pertama, kita membaca surah Al-Fatihah. Kemudian setelah takbir kedua, kita membaca selawat kepada Nabi Muhammad SAW. Pada takbir ketiga, kita membaca doa khusus untuk memohon ampunan bagi jenazah. Setelah takbir keempat, kita membaca doa untuk keluarga yang ditinggalkan, lalu diakhiri dengan salam,” jelas Wakhid.
”Mari kita luruskan niat dan merapatkan saf agar ibadah kita pagi ini diterima oleh Allah SWT sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada almarhum,” sambungnya.

Aksi religius dan kepedulian sosial ini mendapat apresiasi tinggi dari para guru pendamping, Fita Haryanti dan Nur Hidayat. Mereka menilai kerja sama dengan pihak komite sangat membantu pembentukan karakter anak.
”Kami sangat bersyukur dan merasa senang sekali dengan kerja sama yang berkomitmen tinggi antara pihak madrasah dan komite seperti ini. Kehadiran Komite untuk memimpin langsung dan mengajari anak-anak secara praktis di lapangan adalah bentuk sinergi yang luar biasa. Melalui kegiatan takziah ini anak-anak tidak hanya belajar teori di kelas. Tetapi langsung mempraktikkan empati, kepedulian sosial, dan tata cara ibadah yang benar di tengah masyarakat,” ungkap Nur.
Penjelasan mendalam dari komite tersebut juga memberikan kesan mendalam bagi para murid. Salah satunya adalah Alya Ayunda Putri, murid yang ikut dalam saf salat jenazah.
”Saya merasa senang sekali dan terbantu dengan penjelasan dari Pak Wakhid tadi. Biasanya cuma baca teorinya di buku fikih. Tetapi hari ini jadi lebih paham karena dijelaskan langsung sebelum salat dimulai. Bacaannya jadi mudah diingat dan dipraktikkan. Saya juga bersyukur bisa ikut mendoakan tetangga madrasah yang meninggal hari ini,” kata Alya.
Kegiatan bertakziah ini ditutup dengan penyampaian santunan duka dari keluarga besar Musera kepada keluarga ahli waris. Program ini diharapkan dapat terus memupuk rasa kepedulian sosial dan nilai keagamaan yang kuat dalam diri setiap anak sejak dini. (ist/abi).
#KementerianSemuaAgama
#MakinDigitalMenjangkauUmat



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!