Berbagi Praktik Baik, MAN 3 Kulon Progo Dampingi SMPN 4 Wates

Kulon Progo (MAN 3 KP) – Sebagai tindak lanjut menuju Adiwiyata Mandiri, MAN 3 Kulon Progo melaksanakan pendampingan kepada SMP Negeri 4 Wates dalam persiapan pelaksanaan Program Adiwiyata, Rabu (09/09/2026). Pendampingan tersebut merupakan bagian dari komitmen MAN 3 Kulon Progo untuk mendampingi minimal dua institusi atau sekolah dalam pengembangan dan pelaksanaan program Adiwiyata. Kegiatan berlangsung di SMP Negeri 4 Wates dengan fokus pendampingan pengisian aplikasi Sistem Informasi Adiwiyata (SIDIA) serta penyusunan eviden yang di perlukan.
Kegiatan pendampingan diikuti enam perwakilan MAN 3 Kulon Progo, yaitu Ketua 1 Adiwiyata, Tri Handayani, S.Pd., M.Pd., dan ketua 2 Adiwiyata, Nur Ridho, S.Pd., dan timnya Nurimah, S.Pd., Drs. Suwata Hariyadi, Fajar Shodiq Kurniawan, S.S., dan Uji Nindya Dian S., S.Pust. Kehadiran tim MAN 3 Kulon Progo disambut Kepala SMP Negeri 4 Wates, Dyah Sri Mahasta, S.Sn., M.Sn., beserta tim Adiwiyata sekolah dari SMP Negeri 4 Wates dan perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kulon Progo, Heni Rindayati.
Kepala SMP Negeri 4 Wates, Dyah Sri Mahasta, S.Sn., M.Sn., membuka kegiatan dengan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada MAN 3 Kulon Progo serta DLH Kabupaten Kulon Progo yang telah memberikan pendampingan kepada tim Adiwiyata SMP Negeri 4 Wates. Menurutnya, pendampingan tersebut sangat membantu sekolah yang sedang belajar dan mempersiapkan pengisian aplikasi SIDIA.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada MAN 3 Kulon Progo dan DLH Kulon Progo yang telah berkenan mendampingi kami. Kami masih belajar dalam mengisi aplikasi SIDIA, sehingga pendampingan dan pengalaman yang dibagikan sangat berarti bagi tim kami,” ungkap Dyah.
Sementara itu, Ketua Adiwiyata MAN 3 Kulon Progo, Tri Handayani, S.Pd., M.Pd., memaparkan berbagai pengalaman yang telah dilaksanakan MAN 3 Kulon Progo dalam menjalankan program Adiwiyata. Pemaparan tersebut menjadi gambaran bagi tim Adiwiyata SMP Negeri 4 Wates mengenai tahapan persiapan, pelaksanaan program, hingga penyusunan eviden yang diperlukan.

Tri handayani menjelaskan bahwa keberhasilan pelaksanaan Adiwiyata membutuhkan persiapan yang terencana dan keterlibatan berbagai unsur di madrasah. Setiap program yang dilaksanakan perlu dipersiapkan dengan baik sekaligus didukung eviden sebagai bukti pelaksanaan kegiatan.
“Yang perlu dipersiapkan bukan hanya programnya, tetapi juga eviden dari setiap kegiatan yang dilaksanakan. Jadi, sejak awal setiap program perlu direncanakan, dilaksanakan, didokumentasikan, dan disiapkan bukti pendukungnya agar mudah ketika dilakukan pengisian dan verifikasi,” jelas Tri.
Lebih lanjut, Tri Handayani juga membuka sesi tanya jawab bagi tim Adiwiyata SMP Negeri 4 Wates. Tim sekolah diberikan kesempatan menyampaikan berbagai kendala dan hal-hal yang masih belum dipahami, khususnya berkaitan dengan pengisian aplikasi SIDIA, penyusunan program, maupun eviden yang harus disiapkan.
Dalam kesempatan tersebut, Heni Rindayati, perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kulon Progo, turut memberikan masukan berdasarkan pengalaman dalam mendampingi berbagai sekolah yang melaksanakan Program Adiwiyata. Heni memberikan penjelasan mengenai beberapa hal yang perlu diperhatikan sekolah dalam mempersiapkan program, pelaksanaan kegiatan, dokumentasi, serta kelengkapan eviden.
Heni juga memberikan penguatan agar program Adiwiyata tidak hanya dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan administrasi, tetapi benar-benar diwujudkan dalam bentuk pembiasaan dan perilaku peduli lingkungan oleh seluruh warga sekolah. Menurutnya, keberlanjutan program menjadi bagian penting agar budaya lingkungan dapat tumbuh dan berkembang di sekolah.
“Program Adiwiyata bukan hanya tentang melengkapi administrasi, tetapi bagaimana kegiatan yang sudah direncanakan benar-benar dilaksanakan dan menjadi kebiasaan warga sekolah. Karena itu, setiap kegiatan perlu dipersiapkan dengan baik, didokumentasikan, dan disertai eviden yang sesuai,” jelas Heni.
Heni juga memberikan kesempatan kepada tim SMP Negeri 4 Wates untuk menyampaikan berbagai hal yang masih menjadi kendala. Pengalaman dari sekolah-sekolah yang pernah didampinginya menjadi bahan masukan untuk membantu tim memahami langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam mempersiapkan Program Adiwiyata.
Pendampingan tidak hanya dilakukan oleh Ketua Adiwiyata. Perwakilan MAN 3 Kulon Progo dari berbagai bidang turut berbagi pengalaman sesuai dengan program yang pernah dilaksanakan di madrasah. Bidang literasi, pengelolaan dan pengolahan limbah, serta berbagai kegiatan lingkungan lainnya menjadi bahan berbagi praktik baik kepada tim SMP Negeri 4 Wates.
Pengalaman tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran nyata bahwa program Adiwiyata dapat dikembangkan melalui berbagai kegiatan yang terintegrasi dengan kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah. Literasi lingkungan, pengelolaan sampah, pemanfaatan barang bekas, penghijauan, kebersihan lingkungan, hingga pembiasaan perilaku peduli lingkungan dapat dikembangkan menjadi program yang melibatkan seluruh warga sekolah.
Pendampingan ini menjadi bagian penting dalam perjalanan MAN 3 Kulon Progo menuju Adiwiyata Mandiri. Tidak hanya mempertahankan budaya peduli dan berbudaya lingkungan di lingkungan madrasah sendiri, MAN 3 Kulon Progo juga mulai berbagi pengalaman dan praktik baik dengan institusi lain sebagai bentuk kontribusi dalam memperluas gerakan peduli lingkungan di satuan pendidikan.
Kolaborasi antara MAN 3 Kulon Progo, SMP Negeri 4 Wates, dan DLH Kabupaten Kulon Progo diharapkan dapat memberikan penguatan bagi sekolah dalam mempersiapkan Program Adiwiyata. Berbagai pengalaman dan masukan yang disampaikan menjadi bekal bagi tim SMP Negeri 4 Wates untuk menyusun program yang sesuai dengan potensi sekolah serta membangun budaya peduli lingkungan secara berkelanjutan.
“Kami berharap pengalaman yang kami bagikan dapat menjadi gambaran dan referensi bagi SMP Negeri 4 Wates. Tidak harus sama persis dengan yang dilakukan di MAN 3 Kulon Progo, tetapi dapat disesuaikan dengan potensi, kebutuhan, dan kondisi sekolah. Yang terpenting adalah program tersebut benar-benar dilaksanakan dan menjadi budaya bersama dalam menjaga lingkungan,” pungkas Tri Handayani. (shi)



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!