Integrasi Pusaka Sakinah dan SIKAP BAIK: KUA Pengasih Bekali KPM Tegalperang Kunci Ketenangan dan Rasa Syukur

Kulon Progo (KUA Pengasih) –  Terus berkomitmen memperkuat mentalitas dan keharmonisan keluarga masyarakat melalui penjelmaan dua program unggulannya, Pusaka Sakinah dan SIKAP BAIK. Sinergi tersebut diwujudkan dalam pembinaan pada pertemuan PKH Az-Ziyadah yang digelar di Padukuhan Tegalperang, Kalurahan Tawangsari, Kapanewon Pengasih, pada Jumat (4/9/2026).

Penyuluh Agama Islam KUA Pengasih, Muhammad Munawir, S.Ag., hadir memberikan pencerahan mengenai pentingnya menyikapi perjalanan hidup secara bijak dan penuh kesadaran spiritual. Beliau mengajak warga Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk bijak mengelola pikiran: masa lalu adalah sejarah untuk diambil hikmahnya, masa depan adalah misteri yang tidak perlu dijadikan beban berlebih, serta masa kini adalah anugerah nyata yang wajib disyukuri, dinikmati, dan dimanfaatkan sebaik-baiknya.

Dalam pencerahannya, Muhammad Munawir menegaskan bahwa rasa syukur merupakan fondasi utama keberkahan dan ketenangan jiwa. “Bersyukur itu melipatgandakan nikmat, sedangkan kufur nikmat hanya akan mendatangkan kesengsaraan batin dan mempersempit rezeki,” jelas Muhammad Munawir.

Lebih lanjut, beliau memaparkan tiga hal yang wajib dihindari agar hidup tidak diselimuti kegelisahan dan rasa cemas yang berlebihan:

Menginginkan Sesuatu yang Belum Saatnya: Memaksa keadaan sebelum waktunya tiba hanya melahirkan ketergesaan dan kegagalan.
Menginginkan Sesuatu yang Bukan Jatahnya: Menginginkan milik orang lain akan menumbuhkan sifat iri serta dengki yang merusak kedamaian diri.

Menginginkan Sesuatu di Luar Kemampuan Memilikinya: Memaksa diri melampaui batas kapasitas finansial maupun fisik hanya akan menjerumuskan diri pada beban hidup yang berat.

Melalui integrasi program Pusaka Sakinah dan SIKAP BAIK ini, KUA Pengasih berharap para anggota PKH di Tegalperang tidak hanya berdaya secara sosial-ekonomi, tetapi juga memiliki ketahanan mental, kedalaman rasa syukur, serta keharmonisan dalam membina rumah tangga yang bahagia dan penuh keberkahan.(lua/mel)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *