MAN 3 Kulon Progo Sosialisasikan Program Kunjungan Industri dan Study Literasi Kepada Orang Tua Siswa Kelas XI

Kulon Progo (MAN 3 KP) – MAN 3 Kulon Progo menggelar sosialisasi program Kunjungan Industri (KI) dan Study Literasi semester 1 kepada orang tua siswa kelas XI sebagai bentuk keterbukaan dan transparansi madrasah dalam mempersiapkan kegiatan pembelajaran di luar madrasah. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula MAN 3 Kulon Progo, Rabu (2/9/2026) pukul 08.00 WIB sampai selesai, dengan menghadirkan orang tua siswa kelas XI dan jajaran madrasah.
Kepala MAN 3 Kulon Progo, Nurhayanti, S.Pd., M.Sc., dalam sambutannya menyampaikan bahwa program Kunjungan Industri dan Study Literasi merupakan kegiatan yang umumnya dilaksanakan bagi siswa kelas XI. Sosialisasi kepada orang tua dilakukan sebelum madrasah menentukan pilihan kegiatan agar orang tua mengetahui rencana program sekaligus dapat memberikan dukungan terhadap pelaksanaannya. “Program Kunjungan Industri biasanya dilaksanakan ketika siswa berada di kelas XI, sekaligus dengan kegiatan Study Literasi. Sebelum menentukan program, kami ingin menyampaikan terlebih dahulu kepada orang tua agar semuanya dapat diketahui secara terbuka,” ujarnya.
Lebih lanjut, Nurhayanti menjelaskan bahwa pilihan tujuan Kunjungan Industri dan Study Literasi nantinya akan disesuaikan dengan keinginan siswa. Madrasah akan membagikan angket kepada siswa setelah sosialisasi kepada orang tua selesai dilaksanakan. Melalui angket tersebut, siswa diberikan kesempatan untuk menyampaikan pilihan destinasi yang paling sesuai dengan minat dan harapan mereka.
“Kegiatan ini akan kami sesuaikan dengan permintaan siswa melalui angket. Setelah kami menyampaikan program ini kepada orang tua, angket akan dibagikan kepada siswa untuk mengetahui pilihan mereka,” imbuhnya.
Menurut Nurhayanti, keterlibatan orang tua sejak tahap perencanaan merupakan bagian penting dari transparansi madrasah. Dengan adanya sosialisasi, orang tua memperoleh gambaran mengenai tujuan kegiatan, pilihan perjalanan, serta perkiraan pembiayaan yang harus dipersiapkan sebelum program dilaksanakan.
Sementara itu, setelah sambutan kepala madrasah, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan dari biro perjalanan yang akan mendampingi pelaksanaan program. Pihak biro perjalanan menjelaskan secara rinci mengenai rencana perjalanan, urutan kegiatan, fasilitas perjalanan, serta perkiraan biaya pada masing-masing pilihan destinasi.
Dalam sosialisasi tersebut ditawarkan tiga alternatif perjalanan, yaitu Surabaya–Malang, Jakarta–Bandung, dan Bali. Masing-masing pilihan memiliki rangkaian perjalanan dan biaya yang berbeda sehingga orang tua dapat memperoleh informasi secara lebih jelas sebelum siswa menentukan pilihannya melalui angket.
Selain sebagai sarana rekreasi edukatif, program Kunjungan Industri dan Study Literasi dirancang untuk memberikan pengalaman belajar secara langsung kepada siswa. Melalui kunjungan ke berbagai tempat, siswa diharapkan dapat melihat keterkaitan antara materi pembelajaran dengan dunia nyata, mengenal lingkungan industri, memperluas wawasan, serta memperoleh pengalaman literasi yang lebih kontekstual.
Lebih lanjut, kegiatan tersebut direncanakan berlangsung sekitar November 2026. Waktu dan pilihan destinasi akan ditentukan berdasarkan hasil angket siswa serta proses tindak lanjut yang dilakukan madrasah bersama orang tua.
Sebagai kelanjutan dari sosialisasi, madrasah akan membagikan angket kepada seluruh siswa kelas XI untuk mengetahui pilihan mereka terhadap tiga alternatif perjalanan yang telah disampaikan. Hasil angket tersebut akan menjadi bahan pertimbangan madrasah dalam menentukan program Kunjungan Industri dan Study Literasi yang paling sesuai dengan kebutuhan serta aspirasi siswa.
Melalui sosialisasi ini, MAN 3 Kulon Progo tidak hanya mempersiapkan kegiatan pembelajaran di luar madrasah, tetapi juga membangun komunikasi yang terbuka dengan orang tua. Sinergi antara madrasah, siswa, dan orang tua diharapkan dapat mendukung terselenggaranya Kunjungan Industri dan Study Literasi secara tertib, edukatif, transparan, dan memberikan pengalaman berkesan bagi siswa.
“Kami berharap program ini nantinya dapat memberikan pengalaman dan wawasan baru bagi siswa. Yang paling penting, prosesnya dilakukan secara terbuka dengan melibatkan orang tua dan memberikan ruang kepada siswa untuk menentukan pilihan melalui angket,” pungkas Nurhayanti.
(shi)



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!