Penyuluh KUA Pengasih dan PKH Padukan Syariat dan Kelestarian Lingkungan di Dusun Ngento

Kulon Progo (KUA Pengasih) – Kolaborasi lintas sektor untuk pemberdayaan masyarakat kembali ditunjukkan oleh Kantor Urusan Agama (KUA) Pengasih bersama Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH). Melalui program inovatif Pusaka Sakinah dan Sikap Baik (Sinergi KUA dan PKH Berdaya, Adaptif, Inklusif), kegiatan pembinaan masyarakat sukses digelar di rumah bapak Tukeran Slamet Wiyono, dusun Ngento Rt. 44, Kalurahan Pengasih, pada Senin (7/9/2026).

Kegiatan ini menghadirkan dua materi utama yang menyentuh ranah spiritual sekaligus praktis kehidupan sehari-hari. Penyuluh Agama Islam KUA Pengasih, Luazizah, S.H.I., memaparkan materi tatanan hukum Islam (Al-Kulliyyat Al-Khams atau lima perlindungan utama dalam prinsip Dharuriyyat). Ia menjelaskan bahwa syariat Islam berdiri di atas prinsip menjaga lima hal pokok:
Satu; ifzh ad-Din (Memelihara Agama): Menjamin kewajiban beribadah dan kebebasan beragama. Dua; Hifzh an-Nafs (Memelihara Jiwa): Melarang segala bentuk tindakan pembunuhan, penindasan, maupun tindakan melukai diri sendiri dan orang lain.

Tiga; Hifzh al-‘Aql (Memelihara Akal): Menjaga kesadaran dengan melarang konsumsi khamar serta penyalahgunaan narkoba. Empat; Hifzh an-Nasl (Memelihara Keturunan): Menata kehidupan keluarga melalui syariat pernikahan yang sah dan melarang perzinahan. Lima; Hifzh al-Mal (Memelihara Harta): Mengatur muamalah yang legal dan melarang praktik pencurian serta pengambilan hak orang lain secara batil.

“Pemahaman terhadap Al-Kulliyyat Al-Khams sangat krusial agar masyarakat tidak hanya paham ritual ibadah, tetapi juga mampu menjaga ketenteraman sosial dan kehormatan sesama,” tegas Luazizah di hadapan para peserta.

Menanggapi aspek kehidupan bermasyarakat dari sudut pandang lingkungan, Padmasiwi Untari selaku Pendamping PKH menyampaikan materi praktis mengenai Pengelolaan Sampah Organik Rumah Tangga. Ia mengajak warga untuk mengolah sampah dapur menjadi kompos guna mengurangi beban limbah lingkungan sekaligus memberikan nilai tambah secara ekonomi bagi keluarga.

Kepala KUA Kapanewon Pengasih, Yusma Alam Rangga, S.H.I., M.S.I., memberikan apresiasi tinggi atas terlaksananya sinergi ini. Ia menegaskan bahwa pendekatan penyuluhan saat ini harus lebih inklusif dan solutif.
“Sinergi antara KUA dan PKH melalui program Sikap Baik ini merupakan wujud nyata pelayanan publik yang adaptif dan inklusif. Kita tidak hanya membina nilai-nilai keagamaan masyarakat melalui pemahaman fikih yang kuat, tetapi juga mendampingi mereka dalam pemenuhan kesejahteraan sosial dan kepedulian lingkungan. Pemeliharaan jiwa dan harta dalam prinsip syariat sangat selaras dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan rumah tangga,” ujar Rangga.

Melalui kegiatan terpadu ini, diharapkan warga Dusun Ngento Rt. 44 tidak hanya makin mantap secara spiritual dan paham hukum Islam, tetapi juga makin berdaya dan mandiri dalam mengelola lingkungan sekitar.(lua/mel)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *