Awalnya Ragu, Nayla Fanisa MIM Nglinggo Raih Juara Kedua Kaligrafi Putri PKM

Kulon Progo (MIMUGO) – Rasa ragu tidak menghalangi langkah Nayla Fanisa, murid MI Muhammadiyah Nglinggo untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam ajang Pekan Kompetisi Madrasah (PKM) 2026. Bertempat di MAN 2 Kulon Progo pada (29/09/2026), Nayla berhasil meraih Juara Kedua Kaligrafi Putri.

Capaian tersebut menjadi hasil dari proses yang tidak instan. Pada awalnya, Nayla sempat merasa ragu untuk mengikuti perlombaan. Namun, keraguan itu perlahan berubah menjadi rasa percaya diri setelah menjalani latihan secara rutin dan mendapatkan bimbingan dari guru pembimbing.

Semakin sering berlatih, Nayla justru semakin menikmati prosesnya. Ia mulai merasa senang dan antusias untuk menuangkan kreativitasnya melalui seni kaligrafi. Semangat tersebut akhirnya mengantarkannya tampil dalam kompetisi dan berhasil membawa pulang prestasi.

“Awalnya saya ragu mengikuti lomba. Namun, setelah berlatih saya mulai merasa senang dan semakin bersemangat. Saya bersyukur bisa mendapatkan juara,” ujar Nayla.

Guru pembimbing, Budi Handoko, S.Pd.I., menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian yang diraih Nayla. Menurutnya, prestasi tersebut menjadi bukti bahwa keberanian untuk mencoba dan kemauan untuk terus berlatih dapat membuka peluang bagi murid untuk berkembang.

“Saya sangat bangga dengan perolehan juara yang diraih Nayla. Hasil ini tentu menjadi kebanggaan bagi kami dan menjadi motivasi agar pembinaan kaligrafi ke depan dapat terus ditingkatkan,” ungkap Budi.

Sementara itu Kepala MI Muhammadiyah Nglinggo, Budiyanto, S.Pd.I., memberikan apresiasi atas prestasi yang diraih Nayla. Ia menegaskan bahwa madrasah akan terus memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan kompetisi yang dapat menjadi wadah bagi murid untuk mengembangkan bakat dan potensi mereka.

“Madrasah selalu mendukung anak-anak untuk mengikuti berbagai perlombaan. Kami akan terus berupaya memberikan support. Baik dalam proses latihan maupun saat mengikuti kompetisi. Semoga prestasi Nayla ini dapat menjadi motivasi bagi teman-temannya untuk tidak takut mencoba dan terus mengembangkan kemampuan,” tutur Budiyanto.

Prestasi Nayla Fanisa sekaligus menjadi pengingat bahwa keberanian untuk melangkah. Meskipun diawali dengan keraguan, dapat menjadi awal dari sebuah pencapaian. Bagi MI Muhammadiyah Nglinggo setiap prestasi murid merupakan bagian dari proses membangun karakter, kreativitas, dan kepercayaan diri generasi madrasah. (bdy/abi).

#KementerianSemuaAgama
#MakinDigitalMenjangkauUmat

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *