Bukan Sekadar Silaturahmi, KUA Samigaluh Petakan Beragam Persoalan Perkawinan di Ngargosari

Kulon Progo ( KUA Samigaluh) — Persoalan nikah siri, perkawinan dini, konflik rumah tangga, hingga judi online menjadi perhatian dalam kunjungan silaturahmi Kepala KUA Samigaluh, Muklisin Purnomo, bersama para penyuluh agama ke Pemerintah Kalurahan Ngargosari, Selasa (27/10/2026). Pertemuan di Pendopo Balai Kalurahan Ngargosari ini menjadi ruang dialog untuk memetakan persoalan sekaligus merumuskan langkah penanganan bersama.
Dalam pertemuan yang dihadiri lurah, carik, pamong, dan para dukuh tersebut, dibahas penguatan peran KUA yang tidak hanya melayani pencatatan perkawinan, tetapi juga membina keluarga sakinah, memberdayakan masjid dan TPQ, serta memberikan penyuluhan sosial keagamaan.

Salah satu persoalan yang mengemuka ialah perkawinan siri dan perkawinan dini. Sebagai langkah konkret, KUA dan pemerintah kalurahan perlu memperkuat edukasi tentang pentingnya pencatatan perkawinan, membuka ruang konsultasi bagi pasangan yang belum tercatat, serta memberikan informasi mengenai mekanisme isbat nikah melalui Pengadilan Agama sesuai ketentuan yang berlaku.
Pencegahan perkawinan anak dapat dilakukan melalui penyuluhan kepada remaja dan orang tua, penguatan komunikasi keluarga, serta koordinasi dengan sekolah, puskesmas, dan pihak terkait. Langkah ini penting untuk melindungi hak anak sekaligus mendukung ketahanan keluarga dan pencegahan stunting.

Persoalan konflik rumah tangga juga perlu ditangani sejak dini. Penyuluh agama dapat memberikan konsultasi awal dan pembinaan keluarga, kemudian mengarahkan keluarga kepada layanan profesional atau instansi berwenang apabila diperlukan. Sementara itu, edukasi bahaya pinjaman online ilegal dan judi online dapat dilakukan melalui pengajian, kegiatan kemasyarakatan, serta pembinaan di masjid dan TPQ.
Lurah Ngargosari turut menyampaikan kebutuhan legalisasi buku nikah untuk pengurusan Taspen. Masyarakat diimbau mengonfirmasi persyaratan dan prosedur verifikasi dokumen kepada KUA, instansi terkait, serta pihak Taspen.
Melalui pertemuan ini, KUA Samigaluh mendorong tindak lanjut berupa pemetaan persoalan prioritas, penyuluhan terjadwal, dan koordinasi berkala dengan pemerintah kalurahan. Dengan demikian, silaturahmi tidak berhenti pada pertemuan, tetapi berlanjut menjadi kerja nyata untuk menghadirkan solusi bagi masyarakat.(nur/mel)



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!