KUA dan DMI Kalibawang Gelar Pelatihan Tartil Al-Qur’an bagi Takmir Masjid

Kulon Progo (KUA Kalibawang) — KUA Kalibawang bersinergi dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kapanewon Kalibawang menyelenggarakan Pelatihan Tartil Al-Qur’an bagi takmir masjid se-Kapanewon Kalibawang di Balai Nikah KUA Kalibawang, Rabu (28/10/2026). Kegiatan ini diikuti 50 peserta dari berbagai masjid untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an sesuai kaidah tajwid sekaligus memperkuat pembinaan keagamaan di lingkungan masjid.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Kulon Progo, Latif Nurul Fuad, S.Ag., M.S.I.; Panewu Anom Kalibawang, Haryanto, S.Sos., M.AP.; Kepala KUA Kalibawang, Satibi, S.H.I.; serta Ketua DMI Kalibawang, Drs. Sukamdi.

Dalam sambutannya, Kepala KUA Kalibawang, Satibi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan kegiatan. Ia berharap pelatihan ini menjadi sarana silaturahmi sekaligus meningkatkan keterampilan takmir dalam membaca Al-Qur’an secara tartil.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap para takmir masjid semakin terampil dalam membaca Al-Qur’an sesuai kaidah tajwid dan mampu menerapkan ilmu yang diperoleh dalam kegiatan ibadah maupun pembinaan Al-Qur’an di masjid masing-masing,” ujarnya.
Panewu Anom Kalibawang, Haryanto, menyambut baik kegiatan tersebut sebagai upaya meningkatkan kualitas kehidupan keagamaan masyarakat. Ia berharap pelatihan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan untuk mendukung peran masjid sebagai pusat ibadah dan pembinaan umat.

Pembinaan selanjutnya disampaikan oleh Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Kulon Progo, Latif Nurul Fuad. Ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas bacaan Al-Qur’an bagi takmir agar dapat mendukung pelaksanaan ibadah dan menghidupkan kegiatan keagamaan di masjid.
Sesi praktik membaca Surah An-Naba’ secara tartil dipandu oleh Muhammad Labib, S.Ag., M.S.I., Rujito, dan Muhammad Rofiq, S.Sos.I. Para peserta memperoleh bimbingan langsung mengenai ketepatan makharijul huruf, penerapan hukum tajwid, serta panjang dan pendek bacaan.
Melalui sesi praktik tersebut, peserta diharapkan mampu memperbaiki kualitas bacaan Al-Qur’an dan menerapkan ilmu yang diperoleh di masjid masing-masing. Takmir juga diharapkan dapat menjadi teladan dalam membudayakan membaca Al-Qur’an serta mendorong keterlibatan generasi muda dalam kegiatan keagamaan.
Sebagai tindak lanjut, pelatihan direncanakan berlangsung setiap bulan pada Rabu pekan terakhir. Salah satu gagasan yang turut didorong ialah pembiasaan membaca ayat-ayat Al-Qur’an sekitar 10 menit sebelum azan salat Jumat sebagai bagian dari syiar Islam dan upaya menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an.
Melalui kerja sama KUA dan DMI Kalibawang, pelatihan ini diharapkan memperkuat kapasitas takmir masjid, memperluas pembinaan Al-Qur’an, serta menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan yang edukatif dan berkelanjutan. (Akh/mel)



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!