Integrasikan Filosofi Jawa dan Ajaran Islam, KUA Pengasih Lakukan Pembentukan Karakter dan Kesehatan Paripurna

Kulon Progo (KUA Pengasih) – Sekolah Lansia Menur Padukuhan Jamus, Kalurahan Pengasih kembali menggelar kegiatan pembinaan bagi para anggotanya pada Rabu (07/10/26). Kegiatan yang berlangsung penuh kehangatan ini diikuti oleh 30 peserta lansia yang antusias menyimak materi spiritual dan kesehatan.
Hadir memberikan pembekalan keagamaan, Penyuluh Agama Islam, Muhammad Munawir, S.Ag., membedah keterkaitan erat antara filosofi unen-unen (peribahasa) Jawa dengan nilai-nilai ajaran Islam. Ia menjelaskan bahwa ungkapan Jawa seperti Nrimo ing Pandum sejatinya mencerminkan sikap qana’ah (merasa cukup dan ridha), sedangkan Sangkan Paraning Dumadi sejalan dengan prinsip tauhid Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.
Lebih lanjut, Munawir meluruskan pemahaman terkait konsep Manunggaling Kawula lan Gusti yang bermakna menyelaraskan kehendak diri dengan ridha Allah SWT, serta Alon-alon Waton Kelakon yang mengajarkan kepasrahan, kesabaran, dan ketelatenan. “Filosofi Jawa tersebut memiliki kedalaman makna spiritual yang sangat Islami. Hanya saja, dalam praktiknya sering kali timbul salah arti dan salah paham, sehingga perlu dipahami secara bijak dan tepat,” terang Munawir.

Dari sisi kesehatan, Kader Sekolah Lansia Menur, Tri Wahyuni, mengingatkan para peserta akan pentingnya menjaga pola makan sehat dan menerapkan pola hidup seimbang. Ia mengimbau para lansia untuk tetap aktif melakukan aktivitas harian sesuai dengan tingkat kemampuan fisik dan usia masing-masing.
Kegiatan ini mendapat apresiasi positif dari pemerintah kalurahan dan wilayah setempat. Kamituwo Kalurahan Pengasih, R. Nur Edi Suryowibowo, bersama Kepala Dusun Clawer, Sugiyanto, hadir secara langsung memberikan sambutan hangat serta dukungan penuh atas keberlanjutan program Sekolah Lansia tersebut.
Secara terpisah, Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga, S.H.I., M.S.I., turut memberikan tanggapannya mengenai sinergi bimbingan spiritual dan kesehatan bagi kalangan lansia ini. “Kami sangat mengapresiasi konsistensi kegiatan Sekolah Lansia Menur. Pendekatan berbasis kearifan lokal yang dipadukan dengan ajaran Islam dan edukasi kesehatan ini menjadi ikhtiar penting dalam mewujudkan lansia yang sehat, mandiri, bermartabat, serta bahagia di usia senja,” ujar Rangga.(lua/mel)



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!