KUA Nanggulan Gelar Sarasehan Lintas Tokoh, Gagas Pemberdayaan Ekonomi bagi Pasangan Pengantin Baru Kurang Mampu

Kulon Progo (KUA Nanggulan) — KUA Nanggulan menggelar sarasehan bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kapanewon (Forkompimkap), tokoh agama, dan tokoh masyarakat, pada Selasa (27/10/2026). Kegiatan ini menjadi wadah untuk memperkuat sinergi dan membangun kepedulian bersama terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya pasangan pengantin baru dari keluarga kurang mampu.

Dalam sarasehan tersebut, Kepala KUA Nanggulan, Jemino, S.H.I., M.H., menyampaikan gagasan program pemberdayaan ekonomi bagi pasangan pengantin baru yang membutuhkan dukungan ekonomi. Program ini diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam membantu pasangan muda membangun kehidupan rumah tangga yang lebih mandiri, sejahtera, dan berkelanjutan.

Menurutnya, pendampingan bagi pasangan pengantin tidak cukup hanya dilakukan pada saat persiapan dan pelaksanaan pernikahan. Lebih dari itu, diperlukan perhatian terhadap keberlangsungan kehidupan rumah tangga setelah pernikahan, termasuk penguatan ekonomi keluarga sebagai salah satu fondasi penting dalam membangun keluarga yang harmonis.

“Pernikahan bukan titik akhir pelayanan kami. Justru setelah itu, pasangan muda membutuhkan pendampingan agar rumah tangganya kokoh, termasuk dari sisi ekonomi,” ujar Jemino.

Gagasan tersebut mendapat respons positif dari Panewu Anom Nanggulan, Dra. Sri Sudiyati, M.M. Ia mengusulkan agar peluang dukungan pendanaan dijajaki melalui pengajuan proposal kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) tingkat pusat, dengan melibatkan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Nanggulan.

Usulan ini diharapkan menjadi salah satu alternatif untuk mendukung realisasi program pemberdayaan ekonomi, sehingga pasangan pengantin baru yang memenuhi kriteria dapat memperoleh kesempatan mengembangkan usaha dan meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga.

Sementara itu, tokoh masyarakat Nuryadi menyambut baik gagasan tersebut. Ia menilai program pemberdayaan ekonomi bagi pasangan pengantin baru yang membutuhkan merupakan langkah positif karena menyentuh kebutuhan nyata masyarakat.

“Dukungan terhadap pasangan muda akan menjadi bekal mereka menghadapi tantangan ekonomi sekaligus membangun masa depan keluarga yang lebih baik,” ujar Nuryadi.

Sarasehan ini menjadi momentum penting untuk mempertemukan gagasan, kepedulian, dan potensi kolaborasi antarpemangku kepentingan di Kapanewon Nanggulan. Sinergi antara KUA, unsur Forkompimkap, UPZ, tokoh agama, dan tokoh masyarakat diharapkan dapat membuka jalan bagi lahirnya program pemberdayaan yang tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata.

Melalui gagasan ini, KUA Nanggulan tidak hanya berperan dalam pelayanan pernikahan, tetapi juga mendorong penguatan ketahanan keluarga melalui pemberdayaan ekonomi. Harapannya, setiap pasangan pengantin baru, termasuk mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu, memiliki kesempatan yang lebih baik untuk membangun rumah tangga yang mandiri, tangguh, dan sejahtera. (cho/mel)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *