Semarak Hari Santri 2026, KUA Nanggulan Gelar Ziarah ke Makam Muassis

Kulon Progo (KUA Nanggulan) — Memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026, KUA Nanggulan menggelar ziarah ke makam ulama pendiri dan pejuang Islam (muassis) di Makam Kauman, pada Selasa (27/10/2026). Kegiatan ini menjadi sarana untuk mempererat hubungan spiritual masyarakat dengan sejarah Islam lokal.
Suasana khusyuk menyelimuti lokasi saat para peserta memanjatkan tahlil dan doa bersama. Kepala KUA Nanggulan, Jemino, S.H.I., M.H., menegaskan bahwa agenda ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan pengingat akan besarnya jasa para ulama.
“Perjuangan tidak hanya dilakukan di medan perang, tetapi juga lewat dakwah, pendidikan, dan penguatan nilai-nilai keagamaan. Semangat inilah yang harus terus kita hidupkan,” ujar Jemino.

Tak hanya jajaran KUA, kegiatan ini turut dihadiri Forkopimcam Nanggulan, tokoh agama, serta jajaran Polsek setempat. Kehadiran lintas unsur pemerintah dan masyarakat ini mempertegas kuatnya sinergi antara umara dan ulama dalam mengawal nilai keagamaan sekaligus kebangsaan.
Doa penutup dipimpin langsung oleh Kyai Ahmad Alim, Pengasuh Pondok Pesantren Tarbiyatul Muta’alimin, Plugon, Donomulyo. Dalam doanya, ia memohon agar Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat kepada para ulama muassis yang telah berjuang menyebarkan Islam di bumi Nanggulan.
“Ya Allah, berikanlah keberkahan kepada para ulama yang telah mendahului kami. Jadikanlah kami penerus yang mampu menjaga warisan ilmu dan akhlak mereka. Satukanlah hati kami dalam kebaikan, dan jadikanlah Nanggulan negeri yang penuh berkah, aman, dan damai,” ujar Kyai Ahmad Alim dengan penuh khusyuk.
Ia juga mengajak seluruh peserta untuk meneladani perjuangan para ulama dalam kehidupan sehari-hari. “Para muassis telah berjuang dengan harta, tenaga, dan ilmunya. Kini giliran kita untuk meneruskan perjuangan itu dengan cara kita masing-masing,” pesannya.
Perwakilan Polsek Nanggulan menambahkan bahwa ziarah ini sarat akan keteladanan. Lewat kegiatan ini, generasi penerus diharapkan mampu mengambil ibrah (pelajaran) dari para pejuang terdahulu untuk menjawab tantangan zaman.
Ziarah akbar ini menjadi simbol bahwa semangat santri di Nanggulan berakar kuat pada tradisi, iman, dan ilmu. Melalui penghormatan kepada para muassis, KUA Nanggulan berkomitmen terus menjaga warisan spiritual Islam demi memperkokoh persatuan bangsa. (ch0/mel)



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!