MIN 2 Kulon Progo Hiasi Taman Madrasah dengan Ecobrick

Kulon Progo (MIN2KP) — Murid kelas 3 MIN 2 Kulon Progo melaksanakan aksi nyata peduli lingkungan dengan menghias taman madrasah menggunakan ecobrick, Selasa (20/10/2026). Kegiatan yang dilakukan secara gotong royong ini memanfaatkan botol plastik bekas yang diisi padat dengan limbah plastik kering, hingga menciptakan pembatas taman yang unik dan berwarna-warni.

Aksi kreatif ini digelar sebagai bagian dari program Madrasah Adiwiyata. Maksud dan tujuan dari pembuatan serta penataan ecobrick ini adalah untuk mengedukasi murid sejak dini mengenai pentingnya pengelolaan limbah plastik demi mengurangi pencemaran lingkungan. Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan karakter gotong royong, peduli lingkungan, serta menciptakan lingkungan madrasah yang asri, bersih, dan estetis.

Salah satu murid kelas 3, Fikri Ahmad mengungkapkan kegembiraannya saat menyusun botol-botol plastik tersebut di area taman. “Saya sangat senang bisa ikut menghias taman bersama teman-teman. Sampah plastik yang biasanya dibuang, ternyata bisa diubah menjadi botol warna-warni yang bagus untuk pagar tanaman,” ujarnya.

Guru pendamping kelas 3, Umi Khoirul Bariyyah, S.Ag., menjelaskan bahwa pembuatan ecobrick ini merupakan strategi edukasi yang efektif dalam memanfaatkan sampah yang sulit terurai menjadi barang yang berguna. “Kegiatan ini menjadi ruang bagi murid untuk belajar memilah dan memanfaatkan sampah plastik secara bijak. Melalui proses ini, plastik yang menjadi ancaman bagi bumi diubah menjadi media penataan taman yang memiliki nilai fungsi dan estetika,” tuturnya.

Aksi lingkungan ini mendapat apresiasi penuh dari Kepala MIN 2 Kulon Progo, Hartati, S.Pd.I., M.Pd. Ia menegaskan bahwa langkah kecil dari kelas 3 ini merupakan perwujudan nyata dari komitmen dalam menyandang predikat Madrasah Adiwiyata. “Kami sangat bangga dengan kreativitas murid kelas 3. Penataan taman menggunakan ecobrick ini bukan sekadar mempercantik lingkungan madrasah. Melainkan sebuah gerakan berkelanjutan untuk membangun budaya sadar lingkungan. Kami berharap kebiasaan mengelola sampah ini melekat dalam diri murid dan dapat diterapkan di lingkungan rumah masing-masing,” ungkapnya. (rin/abi).

#KementerianSemuaAgama
#MakinDigitalMenjangkauUmat

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *