Belum Memiliki PID, MI Ma’arif Bojong Tetap Semangat Belajar Digitalisasi

Kulon Progo (MIMA Bojong) — Keterbatasan sarana bukan alasan untuk berhenti belajar dan berkembang. Semangat inilah yang ditunjukkan MI Ma’arif Bojong dengan mengikuti kegiatan pengimbasan BOSKIN yang diselenggarakan oleh SDN Bojong, Selasa (20/10/2026).

Kegiatan ini menjadi kesempatan berharga bagi para pendidik untuk menambah wawasan dan pengetahuan. Khususnya mengenai digitalisasi pembelajaran dalam upaya meningkatkan kualitas proses belajar mengajar di satuan pendidikan.

Meskipun hingga saat ini MI Ma’arif Bojong belum memiliki PID sebagai sarana pendukung pembelajaran digital, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat para guru untuk terus belajar, beradaptasi, dan mempersiapkan diri menghadapi perkembangan teknologi pendidikan.

Kepala MI Ma’arif Bojong, Mahbub Misbahudin menyampaikan bahwa keterbatasan fasilitas seharusnya tidak menjadi penghalang bagi guru untuk terus mengembangkan kompetensi.

“Walaupun MI Ma’arif Bojong belum memiliki Panel Interaktif Digital (PID), kami tetap semangat mengikuti kegiatan ini. Bagi kami, belajar tidak harus menunggu semua fasilitas tersedia. Kesempatan untuk menambah ilmu harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Sehingga ketika sarana sudah tersedia, guru telah siap menggunakannya untuk mendukung pembelajaran,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa teknologi merupakan sarana untuk membantu pembelajaran. Sedangkan ketulusan, kreativitas, dan kepedulian guru tetap menjadi bagian penting dalam mendidik peserta didik.

“Jangan sampai keterbatasan alat membatasi semangat kita untuk maju. Kita mungkin belum memiliki perangkat yang lengkap. Tetapi kita harus memiliki kemauan untuk terus belajar dan berinovasi. Sebab, anak-anak kita berhak mendapatkan pembelajaran yang terbaik sesuai dengan kemampuan dan ikhtiar yang kita miliki,” tambahnya.

Bagi MI Ma’arif Bojong, mengikuti kegiatan pengimbasan ini bukan sekadar memenuhi undangan. Melainkan bagian dari ikhtiar meningkatkan kompetensi guru dan membuka diri terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Semangat tersebut sejalan dengan visi MI Ma’arif Bojong untuk mewujudkan generasi pelajar yang berprestasi, berkarakter, berbudaya, berlandaskan iman dan takwa, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta berjiwa Qur’ani melalui Kurikulum Berbasis Cinta.

Keterbatasan fasilitas memang menjadi tantangan. Namun, dengan kemauan untuk belajar, kreativitas, dan kolaborasi, madrasah tetap dapat melangkah maju.

Sebab, kemajuan pendidikan tidak semata-mata dimulai dari lengkapnya fasilitas. Tetapi juga dari hati pendidik yang tidak pernah berhenti belajar dan berjuang untuk masa depan muridnya.

MI Ma’arif Bojong terus belajar, bertumbuh, dan berkhidmah dalam keterbatasan. (bub/abi).

#KementerianSemuaAgama
#MakinDigitalMenjangkauUmat

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *