Safari Jumat di Banjaroya, KUA Kalibawang Tekankan Keteladanan Orang Tua dan Etika Bertutur
Kalibawang (KUA Kalibawang) — Pemerintah Kapanewon Kalibawang bersama unsur lintas sektor melaksanakan kegiatan Safari Jumat di Masjid Miftakhul Huda, Pranan, Banjaroya, Kalibawang, Jumat (23/10/2026). Kegiatan ini menjadi sarana mempererat silaturahmi sekaligus menyerap aspirasi masyarakat dan mengetahui secara langsung kondisi lingkungan di wilayah setempat.
Hadir dalam kegiatan tersebut Panewu Kalibawang Eustacheue Manggih Santosa, S.IP., Danramil Kalibawang, Kapolsek Kalibawang, Kepala KUA Kalibawang Satibi, S.H.I., Lurah Banjaroya, serta jamaah Masjid Miftakhul Huda.
Dalam sambutannya, Panewu Kalibawang menyampaikan bahwa Safari Jumat merupakan wujud kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.

“Safari Jumat ini kami laksanakan sebagai bentuk komitmen pemerintah untuk selalu dekat dengan masyarakat. Kami tidak ingin hanya mendengar laporan dari balik meja, tapi ingin melihat dan mendengar langsung aspirasi warga,” ujar Panewu Kalibawang.
Ia juga menambahkan perhatian terhadap kondisi lingkungan saat ini.
“Saat ini kita sedang menghadapi musim kemarau yang cukup panjang. Untuk itu kami mengajak seluruh warga untuk lebih waspada, menjaga kesehatan keluarga, menjaga kebersihan lingkungan, dan bersama-sama mengantisipasi dampak kekeringan,” ucapnya.
Sementara itu, Kapolsek dan Danramil Kalibawang yang turut hadir juga menekankan pentingnya menjaga kerukunan dan keamanan lingkungan.

“Kami dari unsur keamanan siap bersinergi dengan pemerintah dan masyarakat. Kunci keamanan itu adalah komunikasi yang baik dan kepedulian antar warga,” ungkap Danramil dalam kesempatan tersebut.
Puncak kegiatan diisi dengan tausiyah keagamaan oleh Kepala KUA Kalibawang, Satibi, S.H.I., yang mengangkat tema pendidikan keluarga berdasarkan Surah An-Nisa ayat 9.
Dalam tausiyahnya, ia menyampaikan dua hal penting yang menjadi kunci bagi orang tua.
“Yang pertama, Allah memerintahkan kita untuk menjadi orang tua yang bertakwa. Dalam An-Nisa ayat 9 disebutkan, hendaklah merasa takut orang-orang yang meninggalkan anak-anak yang lemah. Artinya, keteladanan orang tua itu sangat menentukan. Anak akan meniru apa yang dilihatnya di rumah,” ujar Satibi.
“Jika orang tuanya jujur, rajin ibadah, dan berakhlak baik, maka insyaallah anak juga akan tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak mulia. Anak butuh lingkungan keluarga yang baik,” ucapnya.
Poin kedua yang ditekankan adalah tentang pentingnya menjaga tutur kata.
“Yang kedua adalah menjaga ucapan, yaitu qaulan sadida, perkataan yang benar dan lurus. Menjaga tutur kata itu bukan hanya soal apa yang kita katakan, tapi juga bagaimana cara kita menyampaikannya. Perkataan yang santun, lembut, dan tepat adalah bagian dari pendidikan,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa pesan An-Nisa ayat 9 adalah peringatan tentang masa depan generasi.
“Pesan intinya adalah jangan sampai kita mewariskan generasi yang lemah, baik lemah iman, lemah ilmu, maupun lemah ekonomi. Tugas orang tua bukan hanya memberi makan dan pakaian, tapi yang paling utama adalah membekali anak dengan nilai agama dan akhlak,” ujarnya lagi.
Melalui kegiatan Safari Jumat ini, diharapkan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat semakin baik, serta tumbuh kesadaran bersama untuk menjaga kesehatan, lingkungan, dan keharmonisan sosial.
KUA Kalibawang terus berkomitmen mendukung pembinaan keagamaan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat melalui penguatan pendidikan keluarga dan pembentukan karakter generasi muda yang religius. (akh/mel)




Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!