Tanamkan Cinta Budaya, Murid MI Muhammadiyah Nglinggo Kenakan Batik

Kulon Progo (MIMUGO) – Upaya menanamkan kecintaan terhadap budaya bangsa dilakukan MI Muhammadiyah Nglinggo melalui kegiatan sederhana yang sarat makna. Pada upacara bendera Senin (12/10/2026), para murid mengikuti kegiatan dengan mengenakan baju batik bermacam-macam sesuai koleksi yang mereka miliki.
Beragam motif dan corak batik yang dikenakan para murid menghadirkan suasana upacara yang berbeda. Keberagaman tersebut tidak hanya memperindah penampilan. Tetapi juga menjadi sarana pembelajaran nyata tentang kekayaan budaya Indonesia yang patut dihargai dan dilestarikan.
Suasana upacara semakin bermakna dengan keterlibatan murid kelas IV MI Muhammadiyah Nglinggo sebagai petugas upacara. Dengan penuh semangat dan antusias, mereka menjalankan tugas masing-masing. Keberanian dan kesungguhan para murid menunjukkan bahwa kegiatan upacara juga menjadi sarana untuk melatih kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, serta kepercayaan diri sejak dini.
Bertindak sebagai pembina upacara, Sigit Untoro, S.Pd.I., dalam amanatnya menyampaikan pesan tentang keberagaman budaya. Ia mengajak para murid memahami bahwa perbedaan bukanlah alasan untuk saling membeda-bedakan. Melainkan sesuatu yang dapat menjadikan kehidupan lebih indah.
Pesan tersebut disampaikan dengan mengaitkan langsung keberagaman baju batik yang dikenakan para murid. Meskipun motif dan coraknya berbeda-beda, seluruhnya tetap memiliki nilai keindahan dan menjadi bagian dari kekayaan budaya bangsa.
Melalui amanat tersebut, murid diajak untuk menghargai perbedaan, bangga terhadap budaya sendiri, serta memahami bahwa setiap motif batik memiliki keunikan tersendiri.

Kepala MI Muhammadiyah Nglinggo, Budiyanto, S.Pd.I., menyampaikan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut. Menurutnya, menanamkan kecintaan terhadap budaya tidak cukup hanya melalui penjelasan di dalam kelas. Tetapi perlu diwujudkan melalui pengalaman langsung yang dapat dirasakan oleh murid.
Mengenakan batik dalam kegiatan upacara menjadi salah satu bentuk pembelajaran mendalam (deep learning) yang dekat dengan kehidupan sehari-hari murid. Mereka tidak sekadar mengetahui batik sebagai warisan budaya Indonesia. Tetapi juga belajar mengenakan, menghargai, dan menumbuhkan rasa bangga terhadapnya.
“Anak-anak perlu mendapatkan pengalaman langsung agar nilai-nilai yang dipelajari lebih mudah dipahami dan tertanam dalam diri mereka. Melalui kegiatan sederhana ini, kami ingin menumbuhkan kecintaan terhadap batik. Sekaligus membiasakan anak-anak menghargai keberagaman budaya,” ungkap Budiyanto.
Komitmen MI Muhammadiyah Nglinggo dalam mengenalkan dan melestarikan budaya batik juga diwujudkan melalui kegiatan ekstrakurikuler membatik. Melalui kegiatan tersebut, murid memperoleh kesempatan untuk mengenal batik lebih dekat. Sekaligus mengembangkan kreativitas dan keterampilan.
Perpaduan antara kegiatan mengenakan batik saat upacara dan ekstrakurikuler membatik diharapkan mampu memberikan pengalaman belajar yang lebih utuh. Murid tidak hanya menjadi pengguna batik. Tetapi juga mengenal proses kreatif di balik lahirnya sebuah karya batik.
Kegiatan ini menjadi bagian dari pendidikan karakter di MI Muhammadiyah Nglinggo. Khususnya dalam menumbuhkan rasa cinta tanah air, menghargai keberagaman, serta menjaga warisan budaya bangsa.
Dari beragam motif batik yang dikenakan saat upacara, tersampaikan pesan sederhana bahwa perbedaan dapat menghadirkan keindahan. Dengan mengenal, menghargai, dan mencintai batik sejak dini, MI Muhammadiyah Nglinggo turut menumbuhkan generasi yang berkarakter, kreatif, dan bangga terhadap budaya Indonesia. (bdy/abi).
#KementerianSemuaAgama
#MakinDigitalMenjangkauUmat



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!