Penyuluh Agama dan Operator KUA Panjatan Ikuti Orientasi Penggerak Moderasi Beragama dan Ekoteologi Angkatan XIX

Kulon Progo (KUA Panjatan) – Dalam rangka meningkatkan kompetensi dan memperkuat komitmen aparatur Kementerian Agama terhadap penguatan moderasi beragama dan kepedulian lingkungan, Penyuluh Agama Islam KUA Kapanewon Panjatan, Nofianti, S.Pd.Si., M.Pd., bersama Operator Layanan Operasional KUA Panjatan, Sunarto, mengikuti kegiatan Orientasi Penggerak Moderasi Beragama dan Ekoteologi Angkatan XIX. Kegiatan berlangsung selama dua hari, Senin–Selasa (2–3 November 2026), bertempat di Aula PLHUT Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Kulon Progo.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Orientasi Penguatan Moderasi Beragama dan Ekoteologi bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahun Anggaran 2026 yang diselenggarakan oleh Balai Diklat Keagamaan (BDK) Semarang. Berdasarkan surat pemberitahuan BDK Semarang Nomor B-578/Bdl.06/KP.02/10/2026, Kabupaten Kulon Progo ditetapkan sebagai lokus pelaksanaan Angkatan XIX pada 2–3 November 2026.

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kulon Progo, Dr. H. M. Wahib Jamil, S.Ag., M.Pd. Dalam sambutannya, Wahib Jamil menekankan pentingnya moderasi beragama sebagai landasan dalam membangun kehidupan masyarakat yang rukun, harmonis, dan saling menghormati di tengah keberagaman.

“Moderasi beragama bukan berarti memoderasi agama, melainkan cara pandang, sikap, dan praktik beragama yang mengambil jalan tengah, adil, serta seimbang. ASN Kementerian Agama harus mampu menjadi pelopor dalam merawat kerukunan, membangun toleransi, dan menghadirkan nilai-nilai agama sebagai sumber kedamaian di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Ia juga mengajak seluruh peserta untuk mengimplementasikan nilai-nilai moderasi beragama dalam pelaksanaan tugas dan fungsi masing-masing, sehingga kehadiran ASN Kementerian Agama benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Perwakilan Balai Diklat Keagamaan Semarang, Riskha Nur Fitriyah, S.Si., M.Pd., dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa orientasi ini menjadi ruang pembelajaran untuk membangun pemahaman dan kapasitas peserta agar mampu menjadi penggerak moderasi beragama sekaligus memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

“Moderasi beragama dan ekoteologi merupakan dua hal yang saling berkaitan dalam membangun kehidupan yang harmonis. Moderasi beragama mendorong kita untuk menghargai keberagaman dan menjaga kerukunan, sedangkan ekoteologi mengajak kita memahami bahwa menjaga alam dan lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab keagamaan. Harapannya, peserta tidak hanya memahami materi, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari dan lingkungan kerja,” jelasnya.

Kepala KUA Panjatan, H. Basid Rustami, S.Ag., menyampaikan dukungan dan apresiasi atas keikutsertaan jajarannya dalam kegiatan orientasi tersebut. Menurutnya, peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam mewujudkan pelayanan KUA yang profesional, moderat, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Kami berharap keikutsertaan Nofianti dan Sunarto dalam orientasi ini dapat menambah wawasan, memperkuat pemahaman, serta meningkatkan kompetensi dalam menjalankan tugas di KUA. Nilai-nilai moderasi beragama harus tercermin dalam pelayanan kepada masyarakat, sementara semangat ekoteologi perlu diwujudkan melalui kepedulian dan aksi nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan,” tuturnya.

Keikutsertaan dua pegawai KUA Panjatan ini diharapkan dapat memperkuat peran KUA sebagai garda terdepan Kementerian Agama dalam memberikan pelayanan keagamaan, membangun kerukunan umat, serta menumbuhkan kesadaran ekologis di tengah masyarakat.

Melalui orientasi ini, peserta diharapkan tidak berhenti pada penguasaan materi, tetapi mampu menjadi agen perubahan yang mengimplementasikan nilai-nilai moderasi beragama dan ekoteologi di lingkungan kerja maupun masyarakat. Dengan demikian, semangat beragama yang moderat dapat berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap kelestarian alam demi terwujudnya kehidupan yang harmonis, damai, dan berkelanjutan (Nof/Win).

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *