Enam Jam di Jogja

Prihono
Staf Pelaksana Kankemenag Kulon Progo
Hari itu, Satu Maret Empat Sembilan adalah fakta
Kotaku Yogyakarta membuka mata dunia
TNI dan rakyat berjuang mengangkat senjata
Tuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia
Perang gerilya terus berkobar
Semangat kami terus terbakar
Dengan tulang dan otot yang kekar
Kami songsong perjuangan dengan berbinar
Serangan bersenjata jadi bukti
Bahwa semangat kami masih ada di hati
Karena kami belum mati
Tetap kokoh seperti kayu jati
Kedaulatan Negara harus dipertahankan
Dari segala bentuk penjajahan
Demi menjaga kehormatan
Jiwa dan raga rela dikorbankan
TNI Manunggal bersama rakyat
Tuk wujudkan Negara yang berdaulat
Lepas dari penjajah keparat
Hidup merdeka lagi terhormat
Panglima Besar Jenderal Sudirman
Pemimpin gerilya di garda terdepan
Walau raga sakit tak dipedulikan
Karena sudirman panglima yang jantan
Kolonel Suharto memimpin serangan
Agar Ibukota Yogyakarta tetap aman
Didukung peran Sultan Hamengkubuwono Sembilan
Rakyat aman dapatkan perlindungan
Inilah kisah enam jam di Jogja
Kini, kedaulatan RI telah terjaga
Isilah kemerdekaan jiwa dan raga
Raih prestasi agar negara bangga



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!