MIM Kenteng Perkuat Budaya Tradisional Lewat Uji Praktik Sesorah

Kulon Progo (MIM Kenteng) – Sesorah sebagai salah instrumen budaya yang sarat akan nilai filosofis jawa. Guna memperkuat cinta budaya, MIM Kenteng mengangkat sesorah menjadi bahan ujian praktik yang dilaksanakan pada Kamis (5/3/2026) di lingkungan madrasah.
Kepala Madrasah, Murtana, S.Pd.I. memberikan respon baik pada ujian praktik dengan sesorah. “Sesorah atau pidato dalam bahasa Jawa bukan sekadar aktivitas berbicara di depan umum. Melainkan sebuah instrumen budaya yang sarat akan nilai filosofis, etika, dan estetika. Ini tentu baik untuk tambahan ilmu siswa madrasah,” jelas Kamad.
Guru MIM Kenteng, Rizco Ardian Saputro, M.Pd. menjelaskan ujian praktik siswa madrasah. “Ujian praktik khusus mata pelajaran Bahasa Jawa kami menggunakan materi sesorah. Siswa menyampaikan pidato Bahasa Jawa dengan tema perpisahan kelas VI madrasah,” ujar Rizco.

“Ujian ini juga sebagai usaha dalam mempersiapkan siswa madrasah yang bermanfaat di masyarakat. Mereka dilatih agar tidak canggung saat diminta memberikan sambutan atau pesan-pesan agama menggunakan bahasa daerah yang akrab di telinga warga,” tambah Rizco.
Siswa MIM Kenteng, Ahmad Dawam ikut aktif dalam ujian praktik bahasa. “Saya mencoba untuk membaca kalimat-kalimat Bahasa Jawa dengan cermat. Masih perlu banyak yang diperbaiki oleh guru dari kosakata yang saya ucapkan. Terima kasih guru,” ungkap Dawam. (ras/abi).
#KementerianSemuaAgama
#MakinDigitalMenjangkauUmat



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!