Inisiasi Pendampingan GTK MI Ma’arif Bojong Berbasis Rapor Pendidikan

Kulon Progo (MIMA Bojong) – MI Ma’arif Bojong kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan. Salah satunya dibuktikan dengan menginisiasi kegiatan Pendampingan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) bertema Pemaknaan Rapor Pendidikan. Agenda tesebut dilaksanakan di Bukit Cubung Resto, Lendah, pada Senin (20/4/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar MI Ma’arif Bojong dalam membangun budaya pendidikan yang berbasis data dan berorientasi pada peningkatan kualitas pembelajaran secara menyeluruh. Tidak hanya berfokus pada capaian akademik. Tetapi juga menyentuh aspek karakter, literasi, serta lingkungan belajar yang sehat dan ramah anak.

Kepala MI Ma’arif Bojong, Mahbub Misbahudin. S.Pd.I. menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah nyata untuk menguatkan peran guru dalam memahami arah kebijakan pendidikan melalui Rapor Pendidikan. “Melalui kegiatan ini kami berharap seluruh GTK tidak hanya memahami data. Tetapi mampu menerjemahkannya dalam perencanaan dan praktik pembelajaran sehari-hari. Karena dari sinilah kualitas madrasah akan terus tumbuh,” ungkapnya.

“Kehadiran teman-teman GTK menunjukkan semangat kolaborasi dalam meningkatkan mutu pendidikan di lingkungan madrasah. Melalui kegiatan ini MI Ma’arif Bojong berharap dapat menjadi bagian dari gerakan bersama dalam meningkatkan mutu pendidikan madrasah secara berkelanjutan,” imbuh Mahbub.

Pengawas Madrasah, Khoiriyatun, S.Pd., M.Sc. hadir sebagai narasumber yang memberikan pendampingan terkait pemaknaan Rapor Pendidikan. Ia menekankan pentingnya menjadikan Rapor Pendidikan sebagai dasar pengambilan kebijakan di satuan pendidikan. “Rapor Pendidikan bukan sekadar laporan, tetapi peta kondisi madrasah. Dari sana kita bisa membaca kebutuhan dan menentukan langkah perbaikan yang tepat,” jelasnya.

Materi yang disampaikan mencakup berbagai aspek penting. Seperti perencanaan pembelajaran berbasis data, metode dan media pembelajaran, evaluasi, program literasi, penguatan karakter, hingga upaya menciptakan lingkungan madrasah yang bebas dari bullying.

Kegiatan berlangsung dengan penuh antusias, ditandai dengan diskusi aktif dan berbagi pengalaman antar peserta. Hal ini menunjukkan bahwa semangat untuk terus belajar dan berkembang masih menjadi ruh utama dalam dunia pendidikan madrasah. (bub/abi).

#KementerianSemuaAgama
#MaknaDigitalMenjangkauUmat

1 reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *