KUA Lendah Giatkan Kajian Keagamaan

Kulon Progo (KUA Lendah) – Kantor Urusan Agama (KUA) Lendah terlibat dalam memberikan pendampingan keagamaan melalui Pelita Madinah ku di Kantor Kapanewon Lendah, Kulon Progo pada Selasa (19/5/2026) pagi.

Hadir sebagai pemantik, Penyuluh Agama KUA Lendah, Khimsin M Baroroh, S.H.I bersama Mujahidin S.Pd.I dan Agus Prasmono, S.Ag, memberikan materi mengenai sejarah haji.

Dalam pemaparannya, Khimsin menjelaskan bahwa terdapat sejumlah syariat Islam yang merekam perjalanan sejarah para nabi sebelum Nabi Muhammad SAW.

“Terdapat beberapa ajaran dalam Islam yang disyariatkan Allah SWT untuk merekam kesejarahan para nabi sebelum Nabi Muhammad SAW. Sejarah menunjukkan bahwa Padang Arafah merupakan lokasi perjumpaan Nabi Adam dan Siti Hawa setelah keduanya diturunkan dari surga ke bumi. Nabi Adam diturunkan di India, sedangkan Siti Hawa di Jeddah,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa wukuf di Arafah bukan sekadar ritual ibadah, tetapi juga menjadi simbol perjumpaan Nabi Adam dan Siti Hawa. Selain itu, prosesi sa’i antara Bukit Shafa dan Marwah merupakan pengingat perjuangan Siti Hajar saat mencari air untuk Nabi Ismail AS.

“Momentum bersejarah ini perlu dipahami dan ditadabburi agar kita dapat mengambil hikmah dan memperoleh keberkahan dari orang-orang saleh,” tambahnya.

Kegiatan Pelita Madinahku dilaksanakan melalui beberapa rangkaian acara, yakni tadarus Al-Qur’an, kultum, serta diskusi interaktif. Para jamaah diberi ruang untuk bertanya, menyampaikan pendapat, dan berbagi pengalaman sehingga suasana kajian berlangsung aktif dan komunikatif.

Kepala KUA Lendah, Zamroni, S.Ag., M.S.I., turut mengapresiasi sinergi antara KUA dan Kapanewon Lendah dalam penguatan literasi keagamaan di masyarakat.

“Program literasi Al-Qur’an sangat relevan untuk terus dikembangkan. Kami membangun jejaring lintas sektoral agar pemahaman keagamaan, fikih ibadah, maupun muamalah dapat dipahami dan diimplementasikan dengan baik oleh jamaah,” ujarnya. (ags/alf/mel).

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *