Jamin Ketepatan Bansos dan Keberkahan Harta, KUA Pengasih Gelar Sosialisasi Pemutakhiran Data di PKH Cumetuk Kedungsari

Kulon Progo (KUA Pengasih) — Kantor Urusan Agama (KUA) Pengasih bersama Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) kembali bersinergi dalam mendampingi Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Sinergi kali ini diwujudkan melalui pertemuan rutin yang digelar di rumah Wiji Winasih, Cumetuk RT 025 / RW 012, Kalurahan Kedungsari, Pengasih, pada Rabu (23/9/2026) pukul 11.30 WIB.
Pendamping PKH, Eny Puri Rahayu, dalam sesi sosialisasinya menekankan krusialnya pemutakhiran data kependudukan dan status sosial ekonomi bagi para KPM PKH ke dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementerian Sosial.
“Pemutakhiran data secara berkala dan akurat berdampak langsung pada kelancaran pencairan dana, kepastian besaran bantuan yang diterima sesuai komponen keluarga, hingga status kepesertaan bansos itu sendiri. Ketepatan data sangat penting agar bantuan sosial benar-benar tepat sasaran,” ungkap Eny.
Guna melengkapi aspek administratif dan sosial tersebut dengan landasan spiritual, Penyuluh Agama Islam KUA Pengasih, Muhammad Musodiqin, S.Sos., memberikan pembinaan keagamaan tentang indahnya berbagi dan keutamaan menginfakkan harta di jalan Allah.
Dalam tausiyahnya, Muhammad Musodiqin mengupas firman Allah SWT dalam Surat Al-Baqarah ayat 261: “Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.”
Ia menyampaikan bahwa sekecil apa pun harta yang diinfakkan dengan ikhlas termasuk untuk membantu sesama di lingkungan sekitar tidak akan mengurangi rezeki, melainkan akan dilipatgandakan keberkahannya oleh Allah SWT.
Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga, S.H.I., M.S.I., mengapresiasi keharmonisan pendampingan lintas sektoral ini.
“Kolaborasi pendampingan PKH dan KUA ini sangat efektif. Selain memastikan hak-hak sosial warga terpenuhi secara tertib administrasi, kehadiran penyuluh keagamaan turut menanamkan rasa syukur dan semangat berbagi, sehingga nilai-nilai keberkahan senantiasa hadir di tengah masyarakat,” tutur Rangga.(lua/mel)



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!