Jamaah Musholla Nurul Mustofa Gelar Mujahadah Inspiratif Bersama Penyuluh KUA Panjatan

Kulon Progo (KUA Panjatan) – Menjelang pertengahan bulan Syakban yang penuh berkah, suasana khidmat menyelimuti Dusun Jogahan, Bumirejo, Kapanewon Lendah. Jamaah Musholla Nurul Mustofa menggelar kegiatan Rutinan Mujahadah pada Jumat malam (30/01/2026) malam.

Acara ini menjadi istimewa dengan kehadiran Mufti Amri, S.H.I., Penyuluh Agama Islam dari KUA Panjatan, yang hadir untuk memberikan tausiyah serta memandu jalannya doa bersama. Kehadiran beliau disambut hangat oleh jajaran takmir musholla serta jamaah yang tetap antusias meski hari sudah larut malam.

Dalam ceramahnya, Mufti Amri membedah tema “Hikmah dan Keutamaan Bulan Syakban yang Menginspirasi”. Lebih lanjut ia memaparkan bahwa bulan Syakban bukan sekadar penanda dekatnya Ramadhan, melainkan bulan “perjuangan” spiritual di mana doa-doa diangkat dan pintu ampunan dibuka lebar, terutama menjelang malam Nisfu Syakban.

“Syakban adalah waktu di mana kita harus menginspirasi diri sendiri dan keluarga untuk memperbanyak amal saleh. Mujahadah malam ini adalah bentuk kesungguhan kita dalam mengetuk pintu langit, agar kita dipertemukan dengan Ramadhan dalam keadaan iman yang prima,” papar Mufti Amri di hadapan jamaah.

Kegiatan lintas wilayah yang melibatkan penyuluh dari KUA Panjatan ini mendapatkan apresiasi positif dari Kepala KUA Kapanewon Panjatan, H. Basid Rustami, S. Ag. Beliau menekankan pentingnya peran penyuluh dalam menyebarkan energi positif dan bimbingan agama hingga ke pelosok dusun.

“Kami sangat mengapresiasi semangat para penyuluh yang terus bergerak memberikan pencerahan. Kegiatan mujahadah seperti ini sangat penting untuk memperkuat mental spiritual masyarakat sekaligus menjaga ukhuwah Islamiyah,” ujar H. Basid Rustami dalam keterangannya.

Kegiatan rutin ini sejalan dengan program strategis Kementerian Agama RI, khususnya dalam hal Pemberdayaan Majelis Taklim dan Lembaga Keagamaan. Selain itu, kegiatan ini mendukung upaya Kemenag dalam memperkokoh ketahanan keluarga dan masyarakat melalui pendekatan nilai-nilai spiritual (religiusitas).

Dengan adanya pendampingan langsung dari Penyuluh Agama, diharapkan masyarakat mendapatkan pemahaman agama yang moderat, inspiratif, dan menyejukkan, sesuai dengan visi Kementerian Agama dalam memberikan layanan keagamaan yang berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat.( win/dpj )

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *