Maskot Keong Musera Meriahkan Karnaval PERSARI
Kulon Progo (Musera) – Seluruh rangkaian kegiatan Perkemahan Sehari (PERSARI) MI se-Kulon Progo resmi ditutup dengan agenda karnaval budaya yang meriah pada Kamis (30/7/2026) siang. Dalam pawai ini, setiap kontingen diwajibkan untuk mengekspresikan potensi, kearifan lokal, atau karakteristik unik yang ada di lingkungan asal madrasah mereka masing-masing. Kontingen MI Muhammadiyah Serangrejo (Musera) tampil mencuri perhatian juri dan penonton dengan mengangkat tema sejarah asal-usul nama daerah mereka, yaitu Kulwaru. Yakni diekspresikan dalam wujud replika maskot keong.
Kreativitas seni yang ditampilkan oleh Hizbul Wathan (HW) Musera ini lahir dari ide inovatif guru madrasah setempat yang ingin mengenalkan sejarah desa melalui media yang unik. Dwi Setyaningrum, S.Pd., selaku pencetus ide maskot tersebut mengaku tertantang selama proses konseptualisasi hingga pembuatan properti agar tampil maksimal saat penilaian.
“Saya merasa sangat tertantang untuk mendesain dan membuat bentuk visual keong yang unik serta menarik agar bisa memikat hati para juri dan menghasilkan poin yang memuaskan untuk Musera. Melalui visualisasi keong dan daun waru ini kami ingin anak-anak tampil beda. Sekaligus belajar sejarah bahwa nama Kulwaru itu erat kaitannya dengan kisah kul atau keong yang banyak ditemukan di bawah pohon waru pada zaman dahulu,” jelas Dwi.

Kesuksesan penampilan visual kontingen Musera di jalur karnaval ini tidak lepas dari kekompakan dan kerja keras seluruh warga madrasah di balik layar. Kepala Madrasah, Sumarsih, M.S.I. memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada kerja sama antartim guru yang telah mencurahkan waktu dan tenaga demi menyukseskan agenda penutup ini.
”Kami sangat bangga dan mengapresiasi tinggi kerja sama yang luar biasa dari antartim guru, karyawan, serta wali murid yang saling mendukung penuh untuk menyukseskan Karnaval PERSARI ini. Sinergi yang kuat dalam menyiapkan kostum dan properti keong ini membuktikan bahwa Musera memiliki semangat gotong royong yang tinggi demi memberikan pengalaman terbaik bagi peserta didik kita,” puji Kamad
Pengalaman berparade mengenakan kostum tematik di sepanjang rute perkemahan memberikan kesan yang unik, dan lucu. Sekaligus membanggakan bagi para murid yang bertugas sebagai peraga. Salah satu peserta karnaval dari Musera, Boy Sandi mengaku sempat merasa canggung di awal acara sebelum akhirnya merasa nyaman dan menikmati jalannya pawai budaya tersebut.

”Saya senang sekali bisa mengikuti karnaval ini. Meskipun ini pertama kalinya saya memakai bando berbentuk daun dan ornamen keong. Awalnya sempat merasa agak malu saat baru keluar tenda, tetapi setelah mulai berjalan bersama teman-teman, ternyata seru dan saya jadi enjoy saja. Bahkan, sekarang saya merasa sangat bangga bisa mengenalkan sejarah tempat tinggal saya dan menjadi bagian dari rakyat Kulwaru,” kata Boy.
Penampilan maskot keong Kulwaru dari Musera ini sukses menutup partisipasi madrasah dalam ajang PERSARI Kulon Progo 2026 dengan catatan impresif yang menghibur. Pihak madrasah berharap pesan sejarah lokal yang dibawakan lewat karnaval ini dapat tertanam kuat di hati sanubari para murid agar mereka selalu mencintai kebudayaan tanah kelahiran. (ist/abi).
#KementerianSemuaAgama
#MakinDigitalMenjangkauUmat




Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!