Penyuluh KUA Galur Dorong Warga Karangsewu PKH, Gelorakan Semangat Mandiri

Kulon Progo (KUA Galur) – Penyuluh Agama Islam KUA Kapanewon Galur, Umi Maslakhah, S.Ag., mengajak para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH di Dusun Kempleng, Kalurahan Karangsewu, untuk memandang kemandirian ekonomi sebagai bentuk kemuliaan diri. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan pendampingan kelompok yang digelar pada Selasa (10/2/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Umi Maslakhah mendorong warga agar tidak ragu untuk melakukan graduasi atau kelulusan mandiri dari program bantuan sosial apabila kondisi ekonomi keluarga sudah mulai stabil dan mencukupi. “Bantuan PKH adalah penyangga sementara agar kita bisa kembali tegak berdiri. Ketika saat ini kaki ekonomi keluarga sudah mulai kuat, maka berani melangkah mandiri adalah sebuah prestasi dan bukti syukur yang nyata kepada Allah SWT,” ujar Umi di hadapan para anggota KPM.

Umi Maslakhah memaparkan bahwa kemandirian memiliki nilai spiritual yang sangat tinggi. Ia menekankan tiga poin utama bagi warga:
Kemuliaan Melalui Kemandirian: Islam sangat menghargai umatnya yang memiliki sifat iffah (menjaga kehormatan diri). Dengan berani mandiri, seorang mukmin menunjukkan mentalitas “tangan di atas” yang lebih dicintai Allah.

Meluaskan Keberkahan bagi Sesama: Graduasi mandiri memberikan ruang bagi saudara-saudara lain yang kondisi ekonominya masih sulit agar bisa mendapatkan kesempatan bantuan serupa. Hal ini merupakan bentuk kepedulian sosial yang bernilai pahala.

Keyakinan pada Rezeki Allah:Umi mengajak warga untuk optimis dan tidak khawatir akan masa depan. “Barangsiapa bersyukur, Allah pasti akan menambah nikmat-Nya. Melepaskan bantuan karena merasa sudah cukup adalah kunci terbukanya pintu rezeki lain yang lebih luas,” tambahnya.

Kepala KUA Kapanewon Galur, H. Afwan Zuhdi, S.Ag., M.A., menyambut baik pendekatan persuasif ini. Ia berharap kehadiran penyuluh agama dapat memberikan motivasi dari sisi batiniah, sehingga warga tidak merasa “kehilangan”, melainkan merasa bangga karena telah berhasil mandiri secara ekonomi.

Pertemuan yang berlangsung hangat ini diakhiri dengan doa bersama, memohon agar setiap keluarga di Karangsewu diberikan keberkahan rezeki dan kekuatan untuk terus berusaha meningkatkan kesejahteraan hidup dengan semangat kemandirian.(umm/dpj)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *