KUA Wates Dorong Catin Peduli Lingkungan Lewat Binwin

Kulon Progo (KUA Wates) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kapanewon Wates terus mendorong penguatan ketahanan keluarga sekaligus menanamkan kepedulian terhadap lingkungan kepada calon pengantin (catin). Upaya tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Bimbingan Perkawinan (Binwin) yang digelar di Balai Nikah KUA Wates pada Rabu (24/06/2026) dan diikuti oleh 22 calon pengantin.

Materi Binwin mengangkat tema “Bekal Menuju Pernikahan” yang menekankan pentingnya kesiapan yang menyeluruh sebelum memasuki kehidupan rumah tangga. Bekal tersebut mencakup kesiapan spiritual sebagai pondasi utama, kesiapan mental dalam menghadapi dinamika rumah tangga, kesiapan komunikasi suami-istri, pemahaman hak dan kewajiban dalam keluarga, serta kesiapan ekonomi sebagai penopang keberlangsungan keluarga. Selain itu, peserta juga diajak memahami pentingnya membangun ketahanan keluarga agar mampu menghadapi tantangan zaman secara bijak dan adaptif.

Kegiatan Binwin kali ini juga menjadi implementasi nyata nilai ekoteologi melalui aksi pelestarian lingkungan. Para peserta dan fasilitator dalam kegiatan tersebut  menanam bibit cabai dan terong sebagai simbol perjalanan hidup rumah tangga yang dimulai dari hal kecil, membutuhkan proses, menghadapi tantangan, hingga akhirnya berbuah hasil. Bibit tersebut kemudian diserahkan kepada peserta untuk ditanam di lingkungan rumah masing-masing. Tidak hanya sebagai simbol, pasangan suami istri diharapkan dapat menjadikan perawatan tanaman sebagai bagian dari kebiasaan bersama dalam menjaga keharmonisan rumah tangga sekaligus kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Fasilitator Binwin KUA Wates yang bertugas dalam kegiatan tersebut adalah Muhammad Roif, S.Ag., M.S.I., Burhanudin, S.H., dan Sofwati, S.Ag. Dalam penyampaian materinya, Sofwati menegaskan pentingnya menjadikan Binwin sebagai titik awal pembelajaran berkelanjutan bagi calon pengantin.

“Bimbingan perkawinan ini jangan dipandang hanya sebagai kegiatan formalitas, tetapi sebagai modal awal membangun rumah tangga yang sakinah. Harapannya, ilmu yang diperoleh tidak berhenti di sini, melainkan terus diupgrade sesuai perkembangan zaman, terutama dalam menghadapi tantangan kehidupan keluarga modern,” ungkap Sofwati. (rar/mel)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *