Lewat Sikap Baik, KUA Pengasih dan PKH Ajak KPM Terapkan Empat Amalan Jaga Bumi

Kulon Progo (KUA Pengasih) – Menjaga kelestarian lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan tugas setiap keluarga. Berangkat dari semangat tersebut, program SIKAP BAIK (Sinergi KUA dan PKH, Berdaya Agamis Inklusif) bersama Pusat Pelayanan Keluarga Sakinah (Pusaka Sakinah) KUA Pengasih kembali menggelar pertemuan kelompok terpadu di Dusun Ngramang, Kalurahan Kedungsari, Kapanewon Pengasih, Jumat (19/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung di kediaman Watiyem mulai pukul 10.30 WIB ini mengedukasi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) agar mampu menghemat pengeluaran rumah tangga sekaligus berkontribusi menjaga lingkungan.

Sebagai pembuka, Penyuluh Agama Islam KUA Pengasih, Muhammad Munawir, S.Ag., mengutip firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surat Al-A’raf ayat 56 yang melarang manusia membuat kerusakan di bumi setelah Allah memperbaikinya.

“Menjaga lingkungan bukan sekadar urusan kebersihan, melainkan perintah agama yang sangat jelas. Kerusakan lingkungan sekecil apa pun akan berdampak buruk bagi kelangsungan hidup anak cucu kita kelak,” ujarnya.

Menyambung pesan keagamaan tersebut, Pendamping PKH Kapanewon Pengasih, Emi Listiawati, S.Pd., memaparkan panduan praktis bertajuk “4 Amalan Peserta PKH Jaga Bumi” yang berdampak langsung bagi keuangan keluarga dan lingkungan.

Pertama, Jaga Air, Jaga Nyawa. Mengacu pada Al-Qur’an Surat Al-Anbiya ayat 30 tentang air sebagai asal mula kehidupan, peserta diajak melakukan tiga langkah: menghentikan kebiasaan membuang minyak jelantah ke selokan karena satu sendok jelantah dapat mencemari hingga 1.000 liter air bersih (jelantah ini disarankan dikumpulkan untuk dijual ke pengepul), menanam satu pohon produktif seperti cabai atau kelor yang daunnya kaya gizi dan akarnya membantu menahan air hujan, serta membiasakan mematikan keran air saat tidak digunakan untuk menghemat tagihan air atau token listrik.

“Sungai bersih, dapat duit pula,” ujar Emi mencontohkan manfaat ganda dari mengelola minyak jelantah.

Kedua, Pilah Sampah, Tambah Rupiah. Mengutip hadis riwayat Muslim tentang kebersihan sebagai bagian dari iman, warga diajak memilah sampah organik dan anorganik agar memiliki nilai ekonomis.

Ketiga, Tanam Sayur, Lawan Stunting. Mengutip hadis riwayat Bukhari tentang keutamaan sedekah melalui tanaman yang dimanfaatkan manusia atau hewan, Emi mengajak warga menanam sayur secara mandiri sebagai upaya pemenuhan gizi keluarga sekaligus menekan angka stunting di wilayah Pengasih.

Keempat, Kurangi Listrik, Tambah Berkah. Berdasarkan Al-Qur’an Surat Al-Isra ayat 27 tentang larangan berlebih-lebihan, peserta diimbau menghemat energi dengan mencabut kabel charger atau televisi saat tidak digunakan, beralih ke lampu LED, serta memasak nasi secukupnya dalam satu waktu untuk memangkas pengeluaran listrik.

Di akhir sesi, Emi memastikan penyaluran berbagai program bantuan sosial akan terus dikawal secara inklusif dan tepat sasaran.

Pertemuan ditutup dengan diskusi interaktif yang akrab. Ibu-ibu KPM Dusun Ngramang menyambut baik tips praktis yang dibagikan dan berkomitmen menyiapkan wadah pengumpulan minyak jelantah serta membiasakan mencabut kabel listrik yang tidak terpakai di rumah masing-masing. (lua/mel)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *