Penyuluh KUA Lendah Ikuti Kajian Arba’in Nawawi pada Pertemuan Pokjaluh

Kulon Progo (KUA Lendah) — Seluruh penyuluh agama KUA Lendah mengikuti pertemuan rutin bulanan Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Kabupaten Kulon Progo di Kafe Ingkar Janji, Kapanewon Nanggulan, Selasa (14/7/2026) pagi.
Kajian kitab dalam pertemuan ini menggunakan Kitab Arba’in Nawawi karangan: Syaikh Abu Zakariya Muhyiddin Yahya bin Syaraf bin Muri An-Nawawi kitab sebagai kitab hadist dasar yang banyak dikaji di berbagai pondok pesantren salaf, ada yang menjadikannya sebagai pelajaran di madrasah diniyah, maupun lembaga keagamaan lainnya. Kitab Ini berisi 40 hadist shahih yang masyhur (pilihan) yang seringkali dijadikan dasar penetapan hukum islam.
Hadir sebagai pemantik kajian kitab, Mantan Penyuluh Agama KUA Lendah, Mufti Amri, S.H.I membahas proses penciptaan manusia, “Pada dasarnya Manusia sebelum lahir di dunia, janin dalam kandungan melalui beberapa tahapan. Awalnya dari air yang dipancarkan, segumpal darah, segumpal daging, usia 4 bulan ditiupkan roh melalui seorang malaikat, sampai terbentuklah bayi yang sempurna” ungkap Mufti Amri saat menyampaikan ceramah di hadapan para peserta Pokjaluh.

“Dari sini kita jadi ketahui bahwa tirakatan, muqoddaman, sewaktu bayi usia 4 bulan itu ternyata banyak hikmahnya. Karena pada momentum tersebut, Allah menetapkan takdir bagi dirinya, menetapkan rezeki, amal, ajalnya,serta duka-bahagianya.” paparnya.
Hadir juga sebagai narasumber pembinaan penyuluh, H.M Wahib Jamil, S.Ag, M.Pd selaku Kankemenag Kulon Progo, ia menyampaikan pesan-pesan arahan kepada para “Penyuluh agama sebagai garda terdepan dalam masyarakat, menjadi core value di tengah masyarakat, hendaknya menjalankan fungsi kepenyuluhan secara baik, banyak sekali potensi-potensi yang bisa dilakukan, misalnya berkaitan dengan pemberdayaan masjid, banyak masjid-masjid yang belum difungsikan secara optimal. Kita bisa mendata kondisi masjid-masjid di sekitar kita, melakukan mitigasi, dll. Perlu kami ingatkan kembali, saat ini kita mendapatkan tugas gerakan Indonesia Berkiblat. Mari kita sosialisasikan bersama, saling mengingatkan kepada tetangga kita, majelis taklim, lintas sektoral, maupun forum-forum lainnya. Sebelum mengukur arah kiblat melalui bayangan matahari, kita harus sudah mengisi link rosydul kiblat agar lokasi bisa terdata.” Imbuhnya.
Para peserta Pokjaluh cukup antusias dalam kegiatan ini. Ditemui di ruang kerjanya, Kepala KUA Lendah, Zamroni, S.Ag., M.S.I turut mengapresiasi sinergi KUA dalam berbagai kegiatan kegamaan, “Kami turut mendukung sinergitas KUA dengan kegiatan Pokjaluh Tingkat Kabupaten Kulon Progo, kami berharap dengan adanya kajian kitab ini dapat menambah kesadaran kita sebagai aparatur negara untuk senantiasa mengupgrade pengetahuan keagamaan.” tuturnya. (ags/alf/mel)



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!