Kepala Mantigaku Tekankan Penguatan Ekoteologi dan Adiwiyata dalam Podcast Reboan Kankemenag Kulon Progo

Kulon Progo (MAN 3 KP) – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kulon Progo kembali menghadirkan Podcast Reboan dengan tema “Penguatan Ekoteologi Melalui Adiwiyata”, pada Rabu (29/04/2026). Kegiatan ini disiarkan melalui kanal YouTube sebagai media edukasi dan literasi bagi satuan pendidikan, khususnya madrasah, dalam meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan berbasis nilai keagamaan. Dalam podcast tersebut dijelaskan bahwa ekoteologi merupakan cara pandang keagamaan yang menempatkan lingkungan sebagai bagian dari amanah Tuhan yang wajib dijaga oleh manusia. Dengan demikian, kepedulian terhadap lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab sosial, tetapi juga bagian dari implementasi nilai ibadah dalam kehidupan sehari-hari.
Hadir sebagai narasumber, Nurhayanti, S.Pd., M.Sc., selaku Kepala Madrasah Aliyah Negeri 3 Kulon Progo, menyampaikan berbagai pandangan terkait pentingnya penguatan ekoteologi di lingkungan pendidikan madrasah. Ia menegaskan bahwa kerusakan lingkungan yang terjadi saat ini tidak terlepas dari perilaku manusia yang kurang bijak dalam memanfaatkan sumber daya alam. “Kerusakan lingkungan yang terjadi saat ini tidak lepas dari perilaku manusia yang kurang bijak dalam memanfaatkan alam. Oleh karena itu, pendidikan menjadi kunci utama dalam membangun kesadaran ekologis sejak dini,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa madrasah memiliki posisi strategis dalam menanamkan nilai-nilai ekoteologi kepada peserta didik. Hal ini dapat dilakukan melalui integrasi materi lingkungan dalam proses pembelajaran, pembiasaan perilaku ramah lingkungan di lingkungan madrasah, serta keteladanan guru dalam menjaga kebersihan dan kelestarian alam. “Ekoteologi tidak hanya diajarkan secara teori, tetapi juga harus diwujudkan dalam praktik sehari-hari agar menjadi karakter peserta didik,” jelasnya.
Dalam implementasinya, program Adiwiyata menjadi salah satu sarana konkret dalam mewujudkan nilai-nilai tersebut. Melalui program ini, siswa diajak untuk terlibat langsung dalam berbagai kegiatan seperti penghijauan, pengelolaan limbah, serta upaya penghematan energi di lingkungan madrasah. Program Adiwiyata tidak hanya berorientasi pada pencapaian penghargaan, tetapi lebih menekankan pada pembentukan budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan.
Nurhayanti, S.Pd., M.Sc., juga menekankan bahwa keberhasilan program Adiwiyata tidak dapat dicapai secara individu, melainkan memerlukan kolaborasi seluruh warga madrasah. Sinergi antara kepala madrasah, guru, tenaga kependidikan, peserta didik, hingga dukungan dari orang tua dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mewujudkan lingkungan madrasah yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
“Budaya peduli lingkungan harus menjadi gerakan bersama agar dapat menjadi budaya yang berkelanjutan,” imbuhnya.
Di akhir sesi, Nurhayanti S.Pd., M.Sc., juga mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian alam sebagai bagian dari tanggung jawab manusia kepada Tuhan. “Dalam Al-qur’an dijelaskan, Janganlah engkau membuat kerusakan di bumi ini. Kita sebagai manusia wajib memelihara alam dan seluruh isinya, karena merupakan ciptaan Allah SWT yang harus dijaga dan dirawat. Sekecil apa pun kerusakan yang dilakukan akan berdampak besar dan berimbas kepada seluruh makhluk hidup di bumi. Oleh karena itu, perlu ditanamkan rasa cinta—cinta kepada Allah, cinta kepada sesama manusia, dan cinta kepada seluruh makhluk—sehingga tumbuh menjadi cinta yang besar dan tulus kepada Allah SWT,” pungkasnya. (syl/dpj)



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!